JOGJA – Kuliner di Jogja makin lengkap dan bervariasi. Itu menyusul hadirnya Rumah Makan Dapur Warna yang berada di Dusun Pedak, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman. Tepatnya di Jalan Kaliurang Km 11, belakang Toserba WS. Dapur Warna memadukan kuliner dengan wahana permainan.

Kehadiran Rumah Makan Dapur Warna, boleh dibilang istimewa. Itu setidaknya bisa dibuktikan dengan figur yang meresmikan, dan tamu undangan yang hadir. Adalah Wakil Gubernur (Wagub) DIY, Paku Alam X yang datang khusus untuk meresmikan.

“Kami mengapresiasi keberadaan Edutainment & Wisata Kuliner Dapur Warna menjadi alternatif bagi wisatawan,” ungkap Wagub saat meresmikan Dapur Warna, Kamis (21/3).

Selain meresmikan beroperasinya Dapur Warna. Wagub juga meneken prasasti. Ikut hadir dan mendampingi Ketua DPRD DIJ, Yoeke Indra Agung Laksana, Anggota DPR RI, Esti Wijayati, dan Wakil Ketua DPRD DIJ, Arif Noor Hartanto.
Peresmian juga diwarnai dengan pentas tari dan barongsai. “Semoga Dapur Warna ini bermanfaat bagi masyarakat dan meningkatkan citra pariwisata,” harap Wagub.

Sejumlah tokoh juga terlihat di kursi undangan. Di antaranya, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset (BPKA) DIJ, Bambang Wisnu Handoyo, dan Wakil Ketua KONI DIJ, Triyandi Mulkan.

Komisaris Edutainment & Wisata Kuliner Dapur Warna, Nuryadi siap memenuhi harapan yang disampaikan Wagub. Menurut dia, kehadiran rumah makan ini diyakini mampu menopang perekonomian masyarakat. Khususnya dalam penyerapan tenaga kerja.

Dapur Warna berdiri di atas tanah Desa Sinduharjo. Manajemen pengelolaannya dikerjasamakan, dalam jangka waktu tertentu. “Mudah-mudahan Dapur Warna menambah titik cerah pariwisata di Sleman,” ucap pria yang sehari-hari menjabat ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DIJ ini.

Nuryadi menerangkan, Dapur Warna bukan sekadar rumah makan biasa. Namun ada sajian edukasi dan seni. Ada sebanyak 13 tenant. Semuanya siap menyajikan hidangan dengan cita rasa Jawa, nusantara, dan Korea. Harganya terjangkau. Kecuali menu-menu tertentu yang bahan bakunya sudah mahal dari asalnya.

Dapur Warna dilengkapi hall ukuran besar dan bisa menampung lebih dari 600 pengunjung. Luas lahan rumah makan ini mencapai 1 hektare.
Dengan lahan itu, pengunjung dijamin tidak kesulitan parkir. Bus wisata ukuran besar sekalipun bisa masuk Dapur Warna. Buka setiap hari pukul 10.00. Pesanan terakhir pukul 22.00.

Pilihan lokasi di Jalan Kaliurang ini punya pertimbangan tersendiri. Nuryadi membisik wisatawan dari arah Jogja yang hendak ke Kaliurang atau Candi Borobudur. Mereka dapat transit di Dapur Warna. Selanjutya, menikmati sajian kuliner di kawasan itu.

Rencananya, Dapur Warna akan dilengkapi dengan homestay dari bahan kayu yang unik. “Fasilitasnya seperti hotel bintang,” katanya. (kus/jko/mg2)