JOGJA – Acara tahunan International Cultural and Culinary Festival (ICCF) yang kelima, kembali digelar oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Kali ini mengusung tema Discovering The World Through UMY.
Kepala Lembaga Kerja Sama dan Urusan Internasional UMY Eko Priyo Purnomo PhD menjelaskan, acara diawali dengan charity event di Panti Asuhan Lowanu, Jogja. Ini dilakukan untuk memperkenalkan kepada delegasi dan mahasiswa asing bahwa UMY tidak hanya bergerak dalam hal pendidikan.

Ke-22 mahasiswa asing turut andil dalam acara bakti sosial itu. Sebanyak 16 di antaranya mahasiswa asing UMY yang berasal dari Thailand, Filipina, Malaysia, Tiongkok, Taiwan, Tukmenistan dan United States. Enam lainnya mahasiswa tamu dari National Cheng Kung University (NCKU) dan Asia University.

KARNAVAL: Peserta ICCF 2019 mengikuti karnaval dari Gedung Pascasarjana UMY, berjalan menuju Sportorium UMY.

Eko menambahkan, melalui acara bakti sosial, mahasiswa diajarkan akan kepedulian. Dengan harapan, saat mahasiswa berada di Indonesia maupun saat kembali, akan memiliki jiwa yang peduli terhadap sesamanya. “Karena masih banyak di sekitar mereka yang memerlukan bantuan,” jelas Eko saat ditemui di Panti Asuhan Lowanu Minggu (17/3).

Tidak hanya bisa belajar akan kepedulian dan pertemanan, para partisipan diberikan berbagai permainan tradisional di Indonesia. Seperti gobag sodor, balap karung dan tarik tambang. Dengan permainan seperti ini, Eko berharap mahasiswa asing bisa belajar akan kerja tim yang dilakukan melalui permainan tradisional. “Tidak seperti permainan saat ini yang berada pada gadget membuat seseorang individual,” ucap Eko.

Para mahasiswa asing itu juga melakukan karnaval dengan pakaian tradisional sesuai dengan asal negaranya. Dimulai dari Gedung Pascasarjana UMY, berjalan menuju Sportorium UMY. Dari unjuk kebolehan setiap peserta ini diharapkan pengunjung bisa mengenal budaya dari setiap negara peserta. Dilanjutkan lomba memasak makanan khas dari setiap negara.

Acara yang dibuka untuk umum ini diharapkan bisa menjadi media pembelajaran akan budaya dan kuliner yang berasal dari berbagai negara. Selain itu, hadir pula tamu asing dari Taiwan dan Kedutaan Besar Filipina. (*/cr7/laz/mg4)