JOGJA – KH. Sunardi Syahuri sudah meninggal pada 11 November 2018 lalu. Tapi “warisannya” yang sudah menyumbang pembangunan masjid terus dikenang. Bahkan diteladani oleh rekan dan para muridnya.

Kesan dan pesan dari para rekannya itu ditulis dalam buku “KH Sunardi Syahuri Kyai Dermawan dari Jogja untuk Indonesia”. Salah satunya ditulis oleh penulis buku Salim A.Fillah. Menurut dia, dalam setiap pengajian pria yang akrab disapa Pak Nardi itu pernah mengatakan, “Saya untuk menyumbang masjid ini, apa-apa dijual lho Pak, Bu. Beras saya jual, sandal, baju sampai celana dalam saya jual. Maka monggo saya ajak kita semua berinfaq.”

Salim menuliskan, yang dikatakan Pak Nardi hanya bercanda tapi tanpa dusta. Ya karena di tangan isterinya Hj Noor Liesnani Pamela dengan jejearing minimarketnya menjual beras hingga celana dalam. “Dan setiap berangkat ngisi pengajian selalu di-sangoni uang untuk infaq,” tulisnya lagi.

Dalam buku tersebut memang mengisahkan Pak Nardi yang menjadi seorang dai yang mau datang ke berbagai undangan pengajian. Bahkan tidak mau dibayar. Termasuk jika harus dijemput. Pak Nardi lebih memilih datang sendiri naik motor matic. “Kalau lihat usahanya bisa saja beli mobil mewah, tapi kebiasanya naik motor sendiri,” ujar salah seorang penulis lainya Edo Segara dalam bedah buku belum lama ini.

Ya, di luar usaha keluarganya, Pak Nardi sebut Edo juga banyak mendirikan amal usaha yang digunakan untuk membiayai dakwahnya. Termasuk melalui Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII). Dia menyebut mulai dari BMT, Bank Syariah, KBIH Multazam, RS Islam di Kalasan hingga gedung pertemuan PDHI.

Kesan mendalam juga dikatakan Ketua DDII DIJ periode 2019-2024 Cholid Mahmud “Yang tidak kenal Pak Nardi (Sunardi Syahuri) pasti jarang ikut pengajian di masjid,” ujarnya.

Salah satu yang dikenangnya adalah isi ceramahnya yang selalu mengajak masyarakat berinfaq. Tapi tak hanya sekedar mengajak, Cholid menyebut Pak Nardi menjadi yang pertama memberi bantuan. Itu yang dinilainya menjadikan mantan Ketua DDII periode sebelumnya itu dipercaya masyarakat. “Beliau mencontohkan langsung, tidak hanya sekedar bicara,” ungkap anggota DPD RI itu. (pra/mg1)