SLEMAN – PSS Seman berkeinginan merekrut legiun asing asal Brasil, Guilherme Batata. Namun, tim berjuluk Super Elang Jawa ini diminta untuk berhati-hati dan tidak membeli kucing dalam karung.

Selain secara kualitas belum terbukti, gelandang usia 26 tahun tersebut memiliki catatan buruk saat membela klub Liga India, Gokulam Karala musim lalu. Batata memiliki catatan buruk, dengan meludahi wasit saat bertanding melawan Shilong 22 Februari lalu. Akibatnya, dia disanksi larangan bermain selama satahun oleh federasi Liga India.

Hal inilah yang menjadikan alasan Batata, memutuskan untuk mengadu nasib dan hijrah ke Liga Indonesia. Dari Instagram pribadinya, dia menuliskan ingin membuktikan diri menjadi lebih baik di PSS. “Mungkin mereka pikir saya gila, tapi saya akan membuktikan pada mereka. Saya sudah melewati pengalaman itu dan siap dengan tantangan baru,” tulisnya Selasa (19/3).

Namun, pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantara dan manajemen lagi-lagi belum mau berkomentar tentang perangai Batata tersebut. Sebab sejauh ini kontrak Batata dan PSS pun belum resmi diumumkan.

Tetapi, jika Batata resmi bergabung PSS akan memiliki tiga pemain asing. Sejauh ini dua pemain asing PSS, Alfonso de la Cruz dan Brian Ferreira belum menunjukkan kualitas yang berarti.

Di sisi lain, kedatangan Batata diprediksi mengancam eksistensi pemain asal Selman, Wahyu Sukarta. Bahkan, tersiar kabar Wahyu akan dipinjamkan ke tim lain untuk menambah jam terbang.

Tak hanya itu, di skuad Super Elja saat ini bercokol sejumlah pemain muda. Sebut saja, Irkham Mila, Sidik Saimima, dan M Zamzani. Sementara itu, PSS sendiri butuh pemain yang memiliki jam terbang untuk bisa bersaing di Liga 1.

Seto mengatakan, sampai saat ini belum ada opsi peminajaman. Tapi bila ada tim yang memberikan dia kesempatan bermain reguler tentu akan baik.”Artinya keputusan peminjaman atau tidak ada di manajemen,” katanya. (bhn/din/mg2)