SLEMAN – Kualitas skuad PSS Sleman untuk mengarungi padatnya kompetisi Liga 1 Indonesia memang masih di pertanyakan. Jangan sampai, nasib Super Elja di musim ini layaknya tim asal Sumatera Utara, PSMS Medan yang sekadar mampir. Tim Ayam Kinantan harus kembali ke kasta kedua setelah promosi musim lalu.

Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Melihat, nama-nama pemain yang direkrut PSS Sleman sebagian besar merupakan nama yang cukup asing bergulat di kompetisi Liga 1 Indonesia.

Praktis, hanya Nerius Alom, Yudi Purwaka dan Jajang Sukmara, nama-nama pemain yang pernah merasakan bermain secara reguler di kasta tertinggi Liga Indonesia. Selebihnya, skuad PSS Sleman dihuni pemain-pemain asal tim Liga 2 Indonesia.

Dua pemain asing yang direkrut oleh Super Elja pun masih cukup asing merasakan atmosfer sepakbola di Indonesia.
Dari tiga laga yang dilakoni di Piala Presien 2019, PSS juga hanya mampu menyarangkan dua gol ke jala lawan. Itu dari kaki Brian Ferreira dan Kushedya Hari Yudho.

Semenjak ditinggal Christian Gonzales, Super Elja urung mendapatkan striker dengan kualitas yang setara layaknya pemain berjuluk El Loco itu. Yudho yang sering ditempatkan sebagai pemain nomor 9, sebenarnya ialah gelandang serang yang kerap beroperasi di sayap.

Minimnya pemain reguler di kasta tertinggi Liga Indonesia pun terlihat saat dua laga melawan tim bertabur bintang Madura United dan Persija Jakarta. Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantara menilai para pemainnya mudah sekali kehilangan bola.

”Secara skuad kami masih sangat minimalis,” jelasnya.
Seto tak memungkiri bahwa timnya butuh tambahan amunisi di sejumlah lini untuk bisa bersaing di liga musim ini. Posisi striker, menjadi perhatian yang harus segera dibenahi sebelum laga bergulir. Dia ingin salah satu goal gatter yang pemain asing.

”Kami juga butuh tambahan di sisi sayap, bek kiri dan gelandang tengah,” katanya.

Seto sangat berharap mendapatkan striker yang benar-benar bagus. Namun, untuk mendatangkan striker berkualitas yang sudah menorehkan catatan gemilang di Liga Indonesia tidaklah mudah. Selain terkendala soal dana, label PSS sebagai tim promosi juga menjadi pertimbangan tersendiri pemain bintang datang ke PSS.

Dari catatan transfer yang telah dilakukan, manajamen Super Elja mendatangkan pemain yang cukup asing di telinga pecinta bola tanah air.
Meski begitu, nama Brian bisa dibilang menjadi pemain dengan prospek yang cukup menjanjikan. Hanya, pemain asal Argentina ini masih memerlukan waktu adaptasi dengan atmosfer permainan keras Indonesia. Termasuk, membenahi kondisi fisik bermain.

Sedangkan striker yang tengah berada di Sleman, Yevyen Bokhasvili, sejauh ini belum ada kejelasan. Apalagi, jam terbang striker asal Ukraina di kompetisi teratas Liga Eropa pun dipertanyakan.

”Masih ada waktu untuk evaluasi dan perbaikan. Tapi secara tim sudah ada progres permainan yang cukup baik,” katanya. (bhn/zam/mg2)