SLEMAN – Kelompok suporter Slemania merayakan hari jadinya ke-18 di Sleman City Hall, Sabtu (8/3) malam. Di hari jadinya itu, kelompok suporter tertua PSS ini menyatakan tekadnya untuk kembali bangkit memberikan dukungan.

Ya, sejak lahirnya kelompok suporter Brigata Curva Sud (BCS) yang menempati posisi tribun selatan, pamor Slemania bisa dibilang meredup. Namun para ribuan suporter masih tetap memadati tribun sisi utara meski secara jumlah tak sebesar BCS.

Menyambut hari jadi ke-18, kelompok suporter Slemania menyatakan kepada para suporter agar tetap konsisten pada pendirian dan jangan pernah lelah mendukung PSS Sleman. “Dalam momentum ini bisa dijadikan semangat untuk kembali bangkit demi kejayaan Slemania,” tegas Presidium Slemania Asep Handi Kurniawan.

Sementara CEO PT PSS Soekeno mengatakan, Slemania adalah sejarah yang tidak boleh punah.  Slemania menjadi bagian dari perjalanan PSS Sleman dalam mengarungi persepakbolaan di Indonesia. “Kita berharap Slemania terlahir kembali, reborn dan tak akan lelah mendukung PSS Sleman,” katanya.

Slemania berdiri sejak 22 Desember 2000. Ketika itu, Slemania menjadi pemain ke-12 bagi PSS Sleman setiap kali bertanding. Suka duka sudah dirasakan oleh Slemania sebagai suporter besar klub berjuluk Super Elang Jawa itu. (bhn/laz/mg2)