SLEMAN – Misi balas dendam diusung PSS Sleman kala menjamu Borneo FC di leg kedua babak 16 besar Piala Indonesia , Rabu malam (20/2). Kemenangan dengan selisih satu gol akan membawa Super Elang Jawa ke babak perempat final.

Namun malam ini, anak-anak Sleman dipastikan tanpa allenatore Seto Nurdiyantara. Dia melanjutkan rangkaian modul lisensi AFC Pro. “Sudah komunikasi dengan asisten pelatih apa saja yang harus dilakukan besok (malam ini, Red),” kata Seto, Selasa (19/2).

Meski manajemen tak memasang target muluk, Seto menginginkan anak asuhnya bisa mengatasi perlawanan Pesut Etam -julukan Borneo FC dengan margin lebih dari satu gol. Namun diakui, capaian tersebut tak mudah. Karena tim tamu juga akan bermain dengan motivasi tinggi untuk memenangkan laga. “Melihat laga kemarin kami bisa mengimbangi mereka. Artinya bermain di kandang ada peluang bagi kami untuk bisa menang,” tegasnya.

Namun yang menjadi catatan, penggawa PSS Sleman harus mampu mengontrol emosi. Karakter permainan keras skuad muda tampaknya sudah mulai menjadi ciri khas permainan Super Elang Jawa.  Namun, hal tersebut tidak diimbangi dengan emosi pemain yang masih labil. Buktinya, di leg pertama empat pemain PSS Sleman diganjar kartu kuning akibat pelanggaran dan protes berlebih.

Pelatih fisik PSS Asep Ardiansyah tak menampik karakter skuad muda dengan emosi yang kerap meledak-ledak ini. Hal itu menjadi kendala yang dihadapi tim pelatih saat ini.”Coach Seto selalu memperingatkan agar meredam emosi,” jelas mantan pelatih fisik Persita Tanggerang itu.

Nah, melawan Borneo FC, tidak ada strategi spesial yang diterapkan PSS dan lebih fokus pada kekuatan tim sendiri. Berkaca pada pertemuan pertama, Asep menilai kekuatan yang dimiliki oleh lawan belum begitu istimewa.”Anak-anak lokal kami siap melawan asing mereka,” jelasnya.

Di leg kedua, Super Elja sudah bisa diperkuat bek kiri Derry Rachman yang sebelumnya absen dikarenakan kartu merah. Sementara itu, pemain asing asal Maroko, Abdelkbir Khairallah yang tengah menjalani trial bersama Super Elang Jawa, berpeluang unjuk kebolehan. “Manajemen memang menginginkan dia (Abdekbir,Red) bermain dengan status pemain trial,” kata Asep.

Tim tamu datang ke Sleman membawa 19 pemain. Itu termasuk empat pemain asingnya, Jan Lammers, Javlon Guseynov, Renan da Silva, dan Matias Conti.

Borneo FC pun tidak mengambil official training yang disediakan. Skuad asuhan Fabio Lopez lebih memilih memfokuskan diri berlatih di Samarinda dan baru akan bertolak ke DIJ malam hari.

Lopez mengatakan tetap akan mewaspadai permainan dari PSS Sleman. Termasuk keberadaan ‘pemain’ ke-12 tuan rumah yang siap memberikan dukungan penuh dari pinggir lapangan. “Kami harus tahu bagaimana bertindak di kandang mereka,” jelasnya.

Bermain di Stadion Maguwoharjo, pelatih berkebangsaan Italia ini bertekad membawa timnya lolos ke perempat final. “Kami harus membawa pulang kemenangan,’’ tegasnya. (bhn/din/tif)