BANTUL – Coast to Coast Night Trail Ultra (CTC) kembali digelar. Seperti sebelumnya, event lari lintas alam yang telah memasuki tahun keempat ini menjadikan beberapa objek wisata di pesisir selatan sebagai rute. Mengambil start dan finish di Pantai Depok.

Correct Direction Rostian Gama Nanda menyebutkan, ada sejumlah pertimbangan CTC selalu digelar di pesisir pantai selatan. Di antaranya, menghidupkan sport tourisme. Agar perekonomian warga ikut terangkat dengan event tahunan yang digelar setiap Februari itu.
”Yang tak kalah penting adalah menjaring bibit-bibit atlet,” jelas Rostian di sela acara. CTC kali ini diselenggarakan Sabtu-Minggu (16-17/2).

Ada empat kategori jarak yang diperlombakan. Yakni, 13 K, 25 K, 50 K, dan 70 K. Berbeda dengan event lari lainnya, start dimulai malam hari. Kategori 70 K, contohnya, start pukul 22.00 Sabtu (16/2). Lalu, 50 K mengambil start pukul 00.00. Berikutnya, 25 K pukul 03.00 dan 13 K pukul 05.00. Sedangkan finish terakhir pukul 12.00.

Dari Pantai Depok, para pelari menyusuri rute yang ditetapkan. Di antaranya, Pantai Parangtritis. Lalu, naik ke Pantai Parang Endog, dan Hutan Giri jati. Sepanjang rute, para pelari disuguhi dengan berbagai panorama alam. Antara lain, Goa Cermai dan Goa Jepang.

Sebelum finish di Pantai Depok, para pelari melintasi Gumuk Pasir.
”Setelah finish, peserta diberikan makan siang khas pantai Depok, yaitu ikan bakar dan minuman dawet,” ungkapnya.
Menurutnya, ada 1.113 pelari yang berpartisipasi. Bahkan, di antaranya dari sejumlah negara.

Kepala Dinas Kebudayaan Bantul Nugroho Eko Setyanto menilai, CTC berpotensi menjadi event internasional. Lantaran CTC mampu mengombinasikan olahraga dan pariwisata.
”Dan bisa mendongkrak pariwisata,” ucap Nugroho mewakili Bupati Bantul Suharsono. (cr6/zam/mg4)