GUNUNGKIDUL – Pemkab Gunungkidul terus berupaya mencari celah untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD). Yang terbaru dengan menggenjot pendirian kios baru di pasar rakyat.

Ada lima pasar rakyat yang disasar dengan pendirian kios baru. Yakni, Pasar Semin, Pasar Ngawen, Pasar Jimbaran, dan Pasar Legundi.

Kepala Seksi Pendapatan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul Ramelan Supama menilai, lima pasar itu sangat potensial. Berada di jalur wisata. Dengan begitu, pembangunan kios dapat mendongkrak retribusi pasar.

”Rencananya buka setiap hari,” jelas Ramelan Jumat (15/2).

Kios-kios baru ini, Ramelan mengungkapkan, tidak hanya menyediakan berbagai kebutuhan pokok masyarakat. Ada pula yang menjual kerajinan tangan dan kuliner khas.

”Targetnya memang transaksinya lebih luas,” ujarnya.

Sugyarto, petugas pemungut retribusi Pasar Argosari, Wonosari menambahkan, sistem penarikan retribusi kios maupun los adalah setiap hari. Saban hari pedagang ditarik retribusi Rp 250 per meter. Sedangkan retribusi los Rp 200 per meter.

”Jika pedagang tidak buka, ya, tidak dihitung,” katanya.

Terkait target kenaikan retribusi, Sugyarto optimistis terpenuhi. Sebab, tren pendapatan retribusi setiap tahunnya melampaui target. Pada 2018, contohnya, mencapai Rp 3,1 miliar. Padahal, targetnya Rp 3 miliar. (gun/zam/tif)