SLEMAN – Skuad minimalis kembali diusung PSS Sleman dalam tour ke Kalimantan. Kali ini mereka menyambangi Stadion Segiri, Samarinda, markas dari Borneo FC dalam lanjutan babak 16 besar leg pertama Piala Indonesia, besok (15/2).

Kondisi ini memang bisa dimaklumi. Sebab sejauh ini baru 17 nama yang resmi bergabung dengan skuad Super Elang Jawa- julukan PSS Sleman.

Ya, jelang melawan skuad Pesut Etam – julukan Borneo FC-, PSS Sleman tidak bisa membawa pemain yang telah resmi berseragam Elang Jawa. Itu termasuk sejumlah pemain yang tengah menjalani trial pun urung dibawa. Super Elja pun dipastikan tidak diperkuat Dave Mustaine yang tengah menjalani recovery cedera. Juga bek kiri Derry Rachman yang terkena sanksi larangan bermain akibat kartu merah yang diterima di leg kedua melawan Barito Putera di Stadion Maguwoharjo di babak 32 besar lalu.

Tidak hanya itu, PSS pun tidak menyertakan Wahyu Sukarta dalam daftar pemain yang dibawa. Padahal, pemain asal Sleman ini memiliki andil besar dalam lolosnya PSS Sleman ke babak 16 besar. Penampilan impresifnya di lini tengah ketika itu mampu meredam kreativitas lini tengah Laskar Antasari – julukan Barito Putera yang dikomandoi oleh gelandang Timnas Indonesia, Evan Dimas Darmono.

Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantara mengaku tak banyak persiapan yang dilakukan jelang melawan Borneo FC. Praktis, timnya memiliki waktu kurang dari seminggu sebelum bertolak ke Samarinda. ”Latihan terakhir kami conditioning saja,” kata Seto, Rabu (13/2).

Melawan skuad asuhan Fabio Lopez, dia berharap kepada Bagus Nirwanto dkk, untuk tetap memberikan perlawanan terbaik seperti saat melawan Barito Putera di babak 32 besar lalu. Dijelaskan, kekompakan dan disiplin yang tinggi menjadi kunci timnya untuk bisa menahan gempuran skuad Pesut Etam. ”Minimal besok ada peningkatan di penguasaan bola lah,” jelas pelatih yang menggemari motor klasik ini.

Disinggung tidak dibawanya Wahyu Sukarta, Seto menjelaskan hal tersebut pertimbangan dari pelatih. Apalagi, Wahyu tidak terlihat dalam beberapa sesi latihan yang digelar oleh PSS Sleman. ”Saya tidak tahu pastinya. Mungkin negosiasinya masih alot,” terangnya.

Manajer PSS Sleman Retno Sukmawati menyatakan, Wahyu tidak dicoret dari tim. Manajemen secara tegas akan mempertahankan putera daerah di skuad PSS Sleman. Hal tersebut bisa dimaklumi. Dari sejumlah pemain lokal yang telah bergabung bersama PSS Sleman, hanya dua pemain saja yang terbilang putera daerah.

Selain Wahyu ada sosok M Zamzani yang juga merupakan putera daerah di skuad PSS.”Wahyu tidak kami coret. Kami ini PSS, masak tidak ada orang Sleman,” terangnya.

Menurutnya absenya Wahyu dari skuad PSS Sleman lebih pada urusan pribadi pemain. Dia pun memaklumi pemainnya tersebut absen dan tak nampak dalam beberapa latihan. ”Dia lagi dioyak-oyak bikin skripsi. Ya sudah kami izinkan dia untuk menyelesaikan skripsinya,” jelasnya.

Laga melawan Borneo FC, bakal menjadi debut bagi dua pemain anyar yang telah diikat kontrak oleh Super Elang Jawa. Keduanya ialah Nerius Alom di posisi gelandang, serta Arsyad Yusgiantoro, yang biasa bermain di sektor penyerang. (bhn/din)