JOGJA – Manajemen PSIM Jogja tak ambil pusing perihal para pemainnya yang mencoba peruntungan bersama klub lain. Manajemen tim berjuluk Laskar Mataram itu masih tetap fokus dalam menggaet investor dan juga sponsorship sebagai pondasi menjalani Liga 2 musim ini.

Seperti diketahui, sejumlah penggawa inti yang sebelumnya membela PSIM Jogja memilih bergabung bersama tim lain. Mulai dari Fandy Edy bersama Kalteng Putra, Riskal Susanto dan Ismail Haris bersama Persiba Balikpapan. Bahkan, dua pemain Wawan Sama dan M Rikfy Suryawan pun mencoba peruntungan bersama Persis Solo dengan mengikuti seleksi terbuka.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Umum PSIM Jogja Jarot Sri Kastawa mengaku tak mempersoalkan. Sebab, itu menjadi keputusan masing-masing pemain untuk menentukan masa depannya. “Lagi pula mereka sudah tidak terikat kontrak bersama PSIM lagi,” jelas Jarot Rabu (13/2).

Menurut Jarot, di tengah-tengah mencari sponsor, manajemen pun telah melakukan kontak dengan pemain-pemain yang diproyeksikan memperkuat PSIM Jogja di musim mendatang. Sejauh ini, komunikasi tersebut dilakukan secara lisan dan belum sampai pada tahap kontrak. Harapannya 50 persen skuad yang dulu bersama PSIM Jogja bisa dipertahankan.”Tapi bila mereka lebih tertarik bergabung bersama tim lain tidak ada masalah,” kata Jarot.

Meski tengah berupaya memastikan pemain yang dipertahankan, sejauh ini manajemen belum akan bertindak dan membentuk tim. Hal ini dikarenakan, fokus dari manajemen PSIM Jogja saat ini adalah memperoleh calon investor untuk mengarungi musim 2019.

Sejauh ini, ada satu nama calon investor yang rencananya akan diumumkan dalam waktu dekat. Menurutnya, sponsorship ini cukup penting. “Karena ini berpengaruh dalam pembentukan tim,” jelasnya. (bhn/din)