MAGELANG – Memilih tempat di area Taman BKSM (Bersih Kotaku Santun Masyarakatnya) Jalan Diponegoro, Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito bakal meresmikan proyek-proyek 2018 hari ini. Total kegiatan 2.722 buah dan 485 program dengan alokasi anggaran Rp 732,172 miliar.

Menurut Kabag Pembangunan Kota Magelang Agus Satiyo Hariyadi, setelah diresmikan segala fasilitas infrastruktur bisa segera dioperasikan. Bahkan sebelum peresmian ini sudah ada hasil pembangunan yang bisa digunakan, salah satunya sodetan Jalan Sarwo Edhie.

“Jalan sodetan dengan anggaran Rp 3,5 miliar yakni melalui APBD 2017 dan 2018, sejak Mei 2018 sudah bisa digunakan. Kendaraan sudah bisa memanfaatkan jalan yang diharap dapat mengurai kemacetan yang sering terjadi di kawasan persimpangan Artos Mall ini,” katanya kemarin.

Disebutkan 11 proyek strategis dan monumental dalam APBD 2018 di antaranya jalan sodetan, lanskap taman sebelah jalan sodetan, monumen tanah air persatuan, gardu pandang DPUPR dan gardu pandang Disporapar. Kemudian gedung rawat inap kelas 3 RSUD Tidar, gedung pelayanan RSUD Tidar, gedung rumah dinas Ketua DPRD Kota Magelang, pembangunan Jalan Diponegoro, pembangunan Jalan Pahlawan dan lapangan tenis indoor. Termasuk Rusunawa 58 unit dan Rusus 50 unit di Kelurahan Wates.

“Beragam proyek strategis dan monumental ini tidak lepas dari terus meningkatnya pendapatan asli daerah (PAD). Peningkatan PAD ini pun tidak lepas dari peran masyarakat dalam mendukung program pemerintah,” tuturnya.

Sebagai gambaran, lanjut Hariyadi, dalam lima tahun terakhir PAD Kota Magelang terus meningkat. Tahun 2014 lalu sebesar Rp 164,906 miliar, tahun 2015 Rp 186,677 miliar, tahun 2016 Rp 220,217 miliar, tahun 2017 Rp 233,539 miliar, dan tahun 2018 sebesar Rp 247,964 miliar. “Selama lima tahun ini PAD kita naik sebesar Rp 83,05 miliar atau 150 persen,” ujarnya bangga.

Menurutnya, dampak dari kenaikan PAD ini dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dalam bentuk bertambahnya program dan kegiatan pembangunan. Masyarakat juga dapat merasakan manfaat lebih banyak dari porsi belanja langsung yang lebih besar dari belanja tidak langsung.

Hal ini mengingat struktur belanja Pemkot Magelang sejak tahun 2016 belanja langsung lebih tinggi dibanding belanja tidak langsung. Kalau tahun 2016 belanja langsung sebesar 57,51 persen dan belanja tidak langsung 42,49 persen, maka di tahun 2018 belanja langsung lebih tinggi lagi, yakni 68,6 persen dan belanja tak langsung hanya 31,4 persen.

“Artinya belanja langsung yang digunakan sebagai belanja publik lebih besar dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat. Maka kami berharap fasilitas yang telah dibangun dapat digunakan dengan sebaik-baiknya dan agar dapat memberi manfaat lebih,” tandasnya. (dem/laz/tif)