JOGJA – Aktivitas Gunung Merapi terus meningkat. Itu terlihat dengan guguran lava yang disertai luncuran awan panas, Kamis petang (7/2). Dari Pos Pengamatan Gunungapi Merapi (PGM) Kaliurang terdeteksi jarak luncuran awan panas atau awan pyroclastic itu lebih jauh dibanding sebelumnya. Mencapai 2.000 meter.

Kepala PGM Kaliurang Sunarta mengungkapkan, luncuran awan panas ke arah tenggara. Atau ke Kali Gendol. Meski luncuran kali ini lebih jauh, Sunarta memastikan masih aman. Lantaran jarak aman dipatok hingga tiga kilometer.
”Sehingga, warga harus tetap tenang,” imbaunya.

Tidak hanya lebih jauh, durasi luncuran awan panas juga lebih lama. Berdasar data seismograf, guguran terjadi selama 215 detik pada pukul 18.28. Padahal, durasi luncuran sebelumnya hanya puluhan detik.

Ketika disinggung aktivitas Merapi, Sunarta mengakui memang ada peningkatan. Tercatat, ada 49 guguran lava mulai pukul 06.00 hingga pukul 12.00 kemarin. Intensitas ini mengalami peningkatan dibanding hari sebelumnya.

”Peningkatan aktivitas tergolong wajar seiring penambahan volume kubah lava,” ujarnya.

Berdasar data BPPTKG DIJ per 14 Januari, jumlah total volume kubah lava mencapai 439 ribu meter kubik. Angka pertumbuhan rata-rata harian kubah lava mencapai 3400 meter kubik per hari. Volume ini belum memenuhi volume kubah Gunung Merapi.

PGM, lanjut sunarta, terus berkomunikasi dengan instansi, relawan, maupun warga. Untuk mengabarkan kondisi terbaru kubah lava Merapi.
”Komunikasi antara pos ke warga sudah berjalan lancar. Komunikasi tercepat pakai Whatsapp lebih cepat. Kami juga pakai radio,” katanya. (dwi/zam/riz)