JOGJA – Pemkot Jogja masih menyiapkan Peraturan Wali Kota untuk teknis pencairan dana kelurahan. Sebanyak 45 kelurahan di Kota Jogja dan satu kelurahan di Kulonprogo, total akan memperoleh dana kelurahan sebesar Rp 15,84 miliar. Diharapkan penggunaanya tidak untuk kegiatan fisik.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan dan Kesejahteraan Pemkot Jogja Octo Noor Arafat mengaku sudah melakukan persiapan teknis dan administrasi untuk pencairan dana kelurahan. Termasuk untuk penggunaanya. “Perlu sinkronisasi antara kegiatan, manajemen pengelolaan dan kapasitas SDM, supaya penggunaanya tepat sasaran,” tuturnya Minggu (3/2).

Menurut dia adanya dana kelurahan tersebut sejalan dengan program Gandeng Gendong milik Pemkot Jogja. Tujuannya untuk pengentasan kemiskinan, peningkatan pendapatan dan penataan lingkungan.

Sementara itu senator DPD RI dari dapil DIJ Cholid Mahmud meminta  dana kelurahan lebih banyak digunakan untuk pemberdayaan masyarakat perkotaan. Menurut dia, berdasarkan evaluasi pengelolaan dana desa lebih banyak untuk kegiatan pembangunan fisik. Sejauh ini 70-80 persen dari total anggaran dana desa digunakan untuk pembangunan infrastruktur di desa.

Sedangkan dana kelurahan, seharusnya lebih banyak diprioritaskan untuk pemberdayaan masyarakat. “Kami bisa memaklumi dana desa untuk pembangunan fisik. Tapi kalau di kota, fisiknya kan relatif sudah bagus. Ingat lho, kaum miskin kota itu masih banyak. Itu butuh perhatian,” katanya dalam Sosialisasi MPR beberapa waktu lalu.

Senator dari Dapil DIY ini mengungkaplan, dana kelurahan sebesar Rp 15,8 miliar tersebut, jika dibagi merata untuk 46 kelurahan, maka setiap kelurahan mendapatkan Rp 343 juta. Jumlah tersebut relatif cukup untuk memaksimalkan pemberdayaan masyarakat perkotaan yang kurang mampu. “Kalau dana kelurahan kan tidak untuk honor, karena perangkatnya PNS. Jadi dana kelurahan bisa dimaksimalkan untuk pemberdayaan,” pesannya.

Cholid optimistis, dana kelurahan ikut mampu menekan angka kemiskinan di DIJ. “Selama dana kelurahan digunakan untuk kegiatan produktif dan angsung menyentuh warga miskin, angka kemiskinan bisa turun” ujarnya. (cr5/pra/tif)