JOGJA – Berat badan ideal menjadi dambaan banyak orang. Tidak heran kalau kemudian banyak orang, khususnya kaum perempuan, berupaya agar tubuhnya proporsional. Ketika kelebihan berat badan, salah satu cara menurunkannya dengan diet.

Berbagai macam diet kerap dilakukan oleh kalangan muda, untuk mendapatkan hasil yang optimal. Kurus menjadi tujuan utama dari melakukan diet. Namun, tidak semua orang memperhatikan jenis diet yang dilakukan.

Diet alami dengan mengatur asupan nutrisi, mengurangi jumlah makanan, serta olahraga teratur menjadi salah satu pilihan yang bisa diambil. Meskipun dengan waktu yang cukup lama untuk menurunkan berat badan, diet alami sangat aman untuk dilakukan.

Tidak kalah dengan diet alami, diet instan menggunakan obat-obat pelangsing dan pencahar juga sangat diminati kalangan muda. Harga murah dengan iming-iming hasil cepat, membuat pasaran obat-obatan pelangsing laris terjual.

Cara diet yang keliru ini justru bisa menyebabkan penyakit, dengan gejala seperti pingsan, lemas, pusing serta kekurangan gizi. Tentu ini yang tidak baik dilakukan, apalagi ditinjau dari sisi kesehatan.

Shabrina Hakim, 23, adalah salah satu wanita mengaku telah melakukan diet sejak duduk di bangku SMA. Namun diet yang dilakoninya adalah diet alami, yang hanya dilakukan selama dua bulan.

Dengan mengurangi porsi makan, Shabrina mampu kehilangan berat badan sebanyak 15 kg. Dengan alasan baju yang sudah tidak muat untuk dikenakan, ia bertekad untuk menurunkan berat badannya ketika itu.

Hanya saja, Shabrina yang tidak memperhatikan pola makan dan jumlah asupan yang masuk ke dalam tubuhnya, membuatnya jatuh sakit. “Setelah itu aku merasa kurus. Malah jatuh sakit setelah melakukan diet,” jelas Shabrina kepada Radar Jogja.

Wanita kelahiran Bali ini menambahkan, berat badan yang ideal sangat dibutuhkan. Ia menilai kegemukan menjadikan salah satu hal yang rentan terhadap penyakit, dan membuat malas untuk beraktivitas. Oleh karena itu, ia diet agar berat badannya proporsional.

Tidak berbeda dengan Shabrina, Fadhiel Muhammad Razaqi, 21, pernah melakukan diet Obsessive Corbuzier’s Diet (OCD). Mengikuti panduan dari diet yang dijalani, Fadhiel mulai memangkas kebiasaan makan yang bisa mencapai lima kali dalam sehari.

Menggunakan metode yang hampir sama dengan diet OCD, Fadhiel mengurangi porsi nasi dan tiga kali makan dalam sehari. Memakan waktu enam  bulan, berat badan Fadhiel mampu berkurang hingga 30 kg.

Dibarengi olahraga teratur, Ia mendapatkan badan yang terasa lebih sehat dari sebelumnya. Mendapatkan hasil yang optimal dengan manfaat yang dirasakan, kini Fadhiel mulai menjaga pola makan yang teratur untuk menjaga berat badan ideal.

“Tidak ada efek samping. Hanya merasa berat saat melihat teman lainnya makan dengan jumlah yang banyak,” jelas Fadhiel kepada Radar Jogja. (cr7/cr9/laz)