BANTUL – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bantul mengejar target seratus persen perekaman. Sebab, tiga bulan menjelang coblosan masih ada 5.476 wajib KTP yang belum melakukan perekaman. Itu dilakukan agar seluruh pemilih dapat menyalurkan hak politiknya dalam Pemilu 2019.

Kepala Disdukapil Bantul Bambang Purwadi menyebut persentase perekaman saat ini menyentuh angka 99,3 persen. Dari 711.178 wajib KTP, sebanyak 705.704 di antaranya telah melakukan perekaman.

”Dan, sebelum pemilu proses perekaman harus terselesaikan,” jelas Bambang Purwadi di sela penyerahan alat perekaman di kantor Disdukcapil Bantul Jumat (11/1).

Dari 17 kecamatan, hanya lima di antaranya yang mendapat bantuan alat perekaman. Yaitu, Banguntapan, Sewon, Sedayu, Kasihan, dan Dlingo. Banyaknya wajib KTP di lima kecamatan ini yang belum melakukan perekaman sebagai pertimbangannya.

”Jumlahnya 2.345 orang. Hampir separo dari penduduk Bantul yang belum melakukan perekaman,” sebutnya.

Bekas inspektur daerah ini berharap keberadaan alat rekam di kecamatan dapat memudahkan wajib KTP. Mereka tak perlu jauh-jauh ke kantor disdukcapil untuk melakukan perekaman. Yang menarik, disdukcapil tidak sekadar memberikan alat perekaman. Melainkan satu set alat pembuatan e-KTP. Mulai finger print, pemindai iris mata, signature pad, kamera, komputer, hingga printer. Dengan begitu, wajib KTP dapat mengurus seluruh proses pembuatan e-KTP di kecamatan.

”Total harga peralatannya Rp 700 juta. Satu set peralatan Rp 140 juta,” sebut Bambang menegaskan bahwa 9.900 blangko e-KTP kemarin diambil dari Jakarta.

Di tempat yang sama, Bupati Bantul Suharsono mengatakan, peremajaan alat rekam diperlukan. Agar target seratus persen perekaman tercapai. Toh, keberadaan alat rekam di kecamatan untuk memudahkan masyarakat.

Camat Sedayu Fauzan Mu’arifin berkomitmen menggunakan satu set alat ini dengan maksimal. Caranya dengan melakukan perekaman jemput bola. Lantaran jumlah wajib KTP yang belum melakukan perekaman cukup banyak. Sekitar 500 hingga 1.000 orang.

”Ada yang jompo. Ada pula yang sakit,” katanya. (cr6/zam/fn)