SLEMAN-Mantan Manajer PSS Sleman Sismantoro memenuhi panggilan Komisi Disiplin PSSI di Jakarta, Kamis (10/1). Pemanggilan tersebut terkait dengan sorotan dugaan pengaturan skor yang terjadi di Liga 2 Indonesia musim 2018 lalu.

Sismantoro (RADAR JOGJA FILE)

Belakangan, PSS Sleman se bagai juara Liga 2 musim lalu banyak disorot terkait dengan dugaan pengaturan skor. PSS Sleman mendapat sorotan publik akibat disahkanya gol berbau ‘offside 2 meter’. Ketika itu, PSS Sleman menang dengan skor tipis 1-0 atas Madura FC di babak delapan besar Liga 2 Indonesia yang digelar di Stadion Maguwoharjo.

Sismantoro tak menampik pemanggilan dirinya berkaitan dengan masalah dugaan skor. Dia mengungkapkan telah memberikan penjelasan yang sebenarnya kepada Komdis PSSI. Di Jakarta, dia ditemui langsung oleh Ketua Komdis PSSI Asep Edwin, beserta jajaran. “Saya jelaskan apa adanya, tidak ada yang saya tutup-tutupi. Termasuk laga melawan Madura FC,” kata Sismantoro.

Dugaan pengaturan skor pada laga PSS Sleman kontra Madura FC mencuat lantaran Manajer Madura FC Januar Herwanto mengaku didesak oleh Hidayat, yang kala itu masih menjabat Anggota Executive Committee (Exco) PSSI, agar mengalah pada PSS di fase penyisihan. Namun pada laga tersebut PSS Sleman kandas 1-2 dari Madura FC melalui gol yang diciptakan Yusuf Efendi dan Bayu Firmansyah. Sedangkan berkaitan dengan babak delapan besar, Sismantoro menegaskan tidak pernah berkomunikasi dengan Hidayat. ”Silakan dilacak lewat Forensik IT. Kami tidak terlibat,” tegasnya.

Lebih lanjut, dalam pertemuan tersebut, Komdis PSSI juga menyinggung soal peran Danilo Fernando, di PSS musim lalu. Mantan pemain Persik Kediri itu merupakan menantu dari Vigit Waluyo, pemilik dari PS Mojokerto Putra. Oleh Komdis, Vigit telah dijatuhi hukuman larangan berkiprah di sepak bola Indonesia seumur hidup.

Kepada Komdis, dijelaskan Danilo memiliki peran sebagai pemantau bakat, atau talent scouting. Sehingga secara jelas keberadaan Danilo sama sekali tidak ada hubungannya dengan pengaturan skor. “Dengan kemampuan Danilo kami menempatkan sebagai pemandu bakat PSS Sleman. Dia paham pemain-pemain dengan kemampuan yang cocok bagi tim,” jelasnya.

Kepada Komdis, lurah Candibinangun ini pun membenarkan tugas-tugas yang dijalani selama menukangi PSS Sleman di posisi manajer. Diungkapkan dalam pemanggilan oleh Komdis, dia hanya datang seorang diri. ”Karena yang diundang saya sebagai manajer musim lalu,” katanya.

Ketua Komdis PSSI, Asep Edwin mengungkapkan, laga PSS kontra Madura FC tengah didalami oleh Satgas Antimafia Bola. Hasil penyeldikan itu, lanjutnya, bisa dijadikan rujukan oleh Komdis, untuk mengeluarkan keputusan. ”Jadi, kalau terbukti, hukuman sepakbolanya nanti kami lakukan,” terangnya.
Selain itu, Komdis pun mendalami perihal keberadaan Danilo di PSS Sleman. Komdis, mendalami bagai mana proses Danilo bisa bergabung dengan Super Elja dan perannya selama skuad Super Elja.

Sementara itu pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantara pernah berujuar selain sebagai scout, Danilo pun juga banyak membantu dalam pemilihan pemain dan penerapan skema taktik oleh PSS Sleman. ”Dia itu teman diskusi dan memberi masukan tentang teknis permainan,” jelas Seto. (bhn/din/fn)