JOGJA – Menghadapi pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun ini, Pemkot Jogja bersiap dan akan memastikan tiap sekolah tidak memiliki kendala. Untuk itu, Wali Kota Haryadi Suyuti (HS) mendorong Dinas Pendidikan untuk mulai mengecek sarana dan prasarana demi lancarnya pelaksanaan ujian.

“Insya Allah saya pastikan lancar. Tapi tidak saat ini, karena waktunya masih lama. Kami akan mengecek, jadi tidak hanya berdasar pada laporan. Termasuk melihat kesiapan penyedia listrik seperti UPS,” tegas HS.

Sebagai informasi, pelaksanaan UNBK tahun ini akan dilaksanakan dua sesi. Menanggapi hal ini, HS mengatakan bahwa pelaksanaan secara dua sesi ini dikarenakan adanya keterbatasan sarana dan prasarana.

Namun ia mengatakan hal itu jangan dijadikan masalah yang serius. Pelaksanaan unas akan lancar selama pemerintah dan lembaga pendidikan dapat berkoordinasi dan bekerjasama guna mempersiapkan sarana dan prasarana ujian.

“Kita unas sudah berkali-kali, tidak usah dianggap gawat. Mari kita ciptakan suasana menjelang ujian itu yang tenang,” ujarnya.

Wali Kota Jumat (11/1) meresmikan beberapa gedung baru di SMPN 5 Jogja. Bangunan yang diresmikan, antara lain, laboratorium komputer, aula, ruang panggung, dan masjid. HS berharap dengan penambahan fasilitas ini mampu dimanfaatkan oleh para siswa dan staf pengajar sebaik mungkin.

HS juga ingin para guru dapat menciptakan kelas yang komunikatif agar murid mampu menerima materi secara maksimal. “Saya harap fasilitas ini dapat dirawat dan dijaga sebaik-baiknya,” tambahnya.

Kepala Bagian Pengendalian Pembangunan (Dalbang) Setkot Jogja Wasesa menjelaskan, pada pengadaan gedung baru di sekolah ini pemkot telah memberikan dana sekitar Rp 4 miliar. Dengan sudah adanya penambahan fasilitas, Kepala Sekolah SMPN 5 Jogja Nurayani Agustina mengucapkan banyak terima kasih. Dia berharap para siswa dapat menggunakan dan ikut menjaga. (cr5/laz/fn)