MAGELANG – Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito memberikan penghargaan kepada 16 organisasi perangkat daerah (OPD) yang progres capaian fisik dan keuangannya di atas 90 persen. Pihaknya mengapresiasi capain PAD yang terus meningkat, dan mengajak seluruh unsur pimpinan agar memiliki jiwa entrepreneur.

“”Kita harus berjiwa entrepreneur, bagaimana caranya agar Kota Magelang menjadi layak jual, memiliki kualitas yang baik. Sehingga masyarakat tidak ragu ke kota kita,” kata wali kota saat kegiatan Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (Rakorpok) Triwulan IV Kota Magelang Tahun Anggaran 2018, di Ruang Adipura Kencana, kemarin.

Ke-16 OPSD yangh memperoleh penghargaan yakni Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Kecamatan Magelang Tengah, Kecamatan Magelang Selatan, Kecamatan Magelang Utara, Badan Penelitian dan Pengembangan, Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat. Kemudian ada Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, dan lainnya

Wali kota juga mengucapkan terima kasih atas capaian PAD yang dinilainya cukup baik. Termasuk serapan anggaran belanja daerah yang juga baik. “Untuk kegiatan-kegiatan yang dalam waktu beberapa minggu ke depan sudah bisa dimulai, segera dimulai,” pintanya.

Sementara itu dalam kegiatan itu Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Magelang Larsita mengklaim selama empat tahun terakhir, pendapatan asli daerah (PAD) Kota Magelang terus mengalami peningkatan. Tahun 2018 mencapai angka Rp 247,96 miliar. Jumlah ini meningkat dari PAD sebelumnya sebesar Rp 233,55 miliar (2017), Rp 220, 31 miliar (2016) dan Rp 186,67 miliar (2015).

“Kenaikan PAD terjadi sangat signifikan dari tahun ke tahun,” ungkapnya.

Capaian itu didukung oleh pemasukan dari pajak daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, retribusi daerah, dan lain-lain PAD yang sah.
Adapun serapan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Magelang tahun 2018 mencapai 96,04 persen untuk fisik dan 87,04 persen keuangan. “OPD pengampu kegiatan fisik konstruksi rata-rata mulai pelaksanaannya di awal Triwulan ke III, sehingga penyelesaiannya mepet akhir tahun anggaran,” tambah Kepala Bagian Pembangunan Agus Satiyo. (dem/laz/fn)