JOGJA – Pemprov DIJ memberikan angin segar bagi PSIM Jogja. Stadion Mandala Krida hasil renovasi tetap bisa menjadi homebase klub berjuluk Laskar Mataram itu. Agar tim kebanggaan wong Jogja tak lagi menumpang di stadion lain saat laga kandang. Dengan catatan, manajemen PSIM harus melakukan pembicaraan ulang dengan Badan Pemuda dan Olahraga (BPO) DIJ.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIJ Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, pembicaraan dengan manajemen PSIM diperlukan untuk menentukan tarif sewa sekaligus sosialisasi peraturan penggunaan stadion. “Prinsipnya (Stadion Mandala Krida, Red) bisa jadi homebase PSIM,” ujar Baskara Jumat (11/1).

Sebagaimana diketahui, selama Mandala Krida direnovasi beberapa laga kandang PSIM Jogja digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul. Bahkan pernah menggunakan Stadion Wijaya Kusuma, Cilacap, Jawa Tengah. Stadion Mandala Krida direnovasi selama kurang lebih enam tahun. Sejak 2012. Dan diresmikan kembali oleh Gubernur DIJ Hamengku Buwono X pada Kamis (10/1).

Baskara mendorong manajemen PSIM Jogja segera mengajukan permohonan kerja sama penggunaan Mandala Krida sebelum musim kompetisi Liga 2 tahun ini dimulai. Soal sistem transaksinya, menurut Baskara, masih dirumuskan. Bisa dalam bentuk sewa. Atau metode lain. “Dilihat regulasinya nanti,” katanya.
Baskara mengaku masih akan mendalami bentuk kerja sama dengan PSIM Jogja, yang pernah terjalin selama ini.

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi menaruh harapan besar kepada PSIM untuk bisa berlatih dan bertanding di Mandala Krida. Terutama demi mendongkrak prestasi tim. Heroe siap mendukung PSIM dengan mencarikan kelompok usaha sebagai sponsor klub. Mengingat pemerintah daerah tak bisa menyokong dana bagi klub sepak bola profesional. “Kalau (menyokong, Red) dana kan tidak mungkin. Saat ini kami hanya hanya mampu dukung semangat,” ucapnya. (cr5/yog/fn)