JOGJA – Harapan kembali berkandang di Stadion Mandala Krida disambut baik oleh manajemen PSIM Jogja. Hal tersebut bisa dimaklumi, sejak renovasi Mandala Krida 2013 silam, skuad Laskar Mataram- julukan PSIM Jogja kerap berpindah-pindah markas selama mengarungi kompetisi Liga 2.

Sebagai pilihannya, PSIM Jogja menggunakan Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul sebagai homebase. Bahkan, PSIM Jogja pernah menggunakan Stadion Wijaya Kusuma, Cilacap sebagai markas ketika melawan Blitar United di lanjutan Liga 2 Indonesia dalam laga usiran.

Manajer PSIM Jogja Erwan Hendarwanto mengatakan sejauh ini belum mendapatkan lampu hijau perihal penggunaan Mandala Krida. ”Pernah dapat kabar baru bisa digunakan setelah Oktober usai penyelenggaraan Porda DIJ,” jelas Erwan.

Namun, seiring telah diresmikannya Mandala Krida oleh Gubernur DIJ Hamengku Buwono X, Kamis (10/1) lalu, PSIM Jogja sangat berharap bisa segera kembali merumput ke stadion baru dengan kapasitas 25 ribu penonton lebih tersebut. Apalagi, setelah ricuh suporter di SSA di Piala Indonesia membuat peluang PSIM Jogja untuk mendapat izin kembali menggunakan stadion markas Persiba Bantul tersebut semakin sulit.

”Kalau memang di awal musim kami sudah bisa menggunakan tentu sangat senang,” harapnya.

Sejauh ini, PSIM Jogja belum mempersiapkan apapun untuk musim mendatang. Setelah musim 2018 berakhir tim secara resmi telah dibubarkan.

”Tentu nanti setelah tim kembali dibentuk, jajaran manajemen akan bertemu dengan pengelola Stadion Mandala Krida perihal penggunaan stadion tersebut,” katanya.

Sementara itu konsultan rumput Stadion Mandala Krida Hari Gunawan mentakan kondisi pertumbuhan rumput baru mencapai 80 persen. Diperkirakan rumput tersebut dapat digunakan pada Maret mendatang.
Dijelaskan kualitas rumput stadion sendiri kini bisa disejajarkan dengan stadion-stadion berkelas di Indonesia seperti Gelora Bung Karno, Gelora Bandung Lautan Api, dan Gelora Sriwijaya. Apalagi keberadaan rumput zoyzia matrella linn merr sudah menjadi standar yang ditetapkan oleh FIFA. ”Sistem drainasenya pun cukup baik, dan tidak akan ada genangan saat hujan,” jelasnya.

Peluang PSIM Jogja untuk bisa menggunakan Mandala Krida sejak laga awal memang terbuka lebar. Sejauh ini PSSI belum memberi sinyal Liga Indonesia akan digelar. Namun, dari kabar yang beradar, besar kemungkinan Liga Indonesia akan digelar setelah pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif dan pemilihan presiden dan wakil presiden, April mendatang. (bhn/din/fn)