PURWOREJO – Bangunan beton setinggi 2,5 meter tampak di permukaan tanah di lokasi penambangan batu andesit yang dilakukan PT Sekawan Bayu Perkasa (SBP) Semarang di perbukitan Lempuyangan Dusun Sudimoro, Bapangsari, Bagelen, Purworejo. Temuan bangunan ini sebenarnya telah diketahui sebulan lalu dalam proses penambangan, hanya saja tidak laporan ke pihak terkait.

Di sekitar kawasan itu, tepatnya di Desa Bapangsari selama ini memang dikenal memiliki benteng pendem yang merupakan peninggalan Jepang. Ada puluhan bangunan yang bervariasi besar dan tingginya. Beberapa di antaranya sudah tampak, sementara dimungkinkan ada yang belum tampak atau terpendam tanah.

“Baru sebulan terakhir bangunan atau benteng itu tampak,” kata Nanang, 26, salah seorang pekerja tambang asal Ngawi, Jawa Timur, Jumat (11/1).

Dikatakan, bangunan itu sebelumnya tidak tampak sama sekali dari atas. Bangunan baru muncul setelah dilakukan penggalian cukup dalam.  “Dulu tertutup tanah tinggi sekali,” tambahnya.

Pekerja tidak merobohkan bangunan itu dan hanya membersihkan di sekiling benteng. Dari situ mulai tampak adanya pintu dan sejumlah lubang penginati di sisi-sisinya. Salah satu lubang menghadap ke arah laut selatan. Dan dari sisi itu juga tampak sebuah tulisan dengan huruf Kanji Jepang.  “Bangunannya sangat kokoh,” katanya.

Humas PT SBP Semarang Teguh Imam Waluyo Jati membenarkan temuan itu. Hanya saja pihaknya tidak melakukan pengecekan atau penelitian secara detail dan memilih melaporkan temuan itu ke pihak terkait. “Terus terang kami tidak tahu ada bangunan itu di tanah yang ditambang,” kata Imam.

Setelah mengetahui adanya benteng tersebut, dia mengarahkan para pekerja agar tidak mengeruk tanah di lokasi benteng dan merusak benteng. Adanya temuan ini langsung mengundang masyarakat untuk melihat dari dekat. Mereka ingin mengetahui secara detail keberadaan benteng yang ada. (udi/laz/fn)