MUNGKID – Laporan masyarakat adanya warga yang terkena demam berdarah (DB) langsung direspons Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magelang. Fogging (Insect Control) pun dilakukan di sejumlah wilayah terdampak DB. Di antaranya Dusun Gaten dan Dusun Manggoran, Desa Bondowoso, Kecamatan Mertoyudan; Dusun Jelapan, Desa Sidorejo, Kecamatan Bandongan; dan Dusun Seneng, Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan.

“Memang benar sudah ada laporan adanya warga yang terkena demam berdarah di empat tempat. Kami langsung bergerak cepat untuk memerintahkan petugas, termasuk puskesmas terkait memberikan fogging di wilayah itu,” kata Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Magelang Sunaryo kemarin.

Menurutnya, curah hujan yang sering terjadi akhir-akhir ini juga sangat mempengaruhi perkembangan jentik-jentik nyamuk untuk berkembang dengan cepat. “Jelas faktor cuaca juga sangat mempengaruhi sekali,” ujar Sunaryo.

Untuk di wilayah Kabupaten Magelang sendiri, masih ada tempat-tempat atau daerah yang masih dianggap endemik.  Seperti Kecamatan Salam, Muntilan, Mertoyudan, dan Secang. Namun juga tidak menutup kemungkinan ada warga dari daerah lainnya yang bisa terkena DB.

Terkait hal itu pihaknya juga telah melakukan berbagai upaya untuk melakukan pencegahan bagi perkembangan nyamuk Aedes Aegypti ini. Mulai dari sosialisasi kepada masyarakat dan membina Juru Pemantau Jentik (Jumantik) bagi setiap kepala keluarga.

“Setiap tahunnya kami selalu rutin untuk memberikan sosialisasi kepada warga masyarakat. Contohnya seperti program 3M (menguras, menutup, dan mengubur kaleng-kaleng bekas), kemudian program Jumantik, di mana setiap kepala keluarga harus bertanggung jawab untuk paling tidak menjaga kebersihan di rumahnya masing-masing agar bebas dari jentik-jentik nyamuk,” jelasnya.

Korban terkena DB di Kabupaten Magelang sendiri telah mengalami penurunan yang sangat signifikan sejak dua tahun terakhir. Pasalnya, di tahun 2016-2017 pemberian fogging atau pengasapan bisa mencapai lebih dari 50 kali. Namun pada tahun 2018 sudah menurun dan hanya mencapai 28 kali saja.

“Untuk tahun 2018 kemarin hanya ada satu korban meninggal dunia karena DB yakni di wilayah Muntilan. Dan tahun ini kami akan bekerja keras agar tidak ada lagi korban jiwa di wilayah Kabupaten Magelang,” tandas Sunaryo. (dem/laz/fn)