BANTUL – Balai Budidaya Ikan (BBI) Pundong kembali ke pangkuan Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (Disperpautkan) Bantul. Itu setelah masa sewa kontrak lima tahun BBI yang terletak di Jalan Parangtritis Km 17,5 Srihardono, Pundong, tersebut habis tahun lalu. Sebelumnya, BBI seluas tiga hektare itu dibiarkan mangkrak oleh penyewanya.

Kepala Disperpautkan Bantul Pulung Haryadi mengatakan, BBI Pundong sejak tahun lalu telah dimanfaatkan kembali. Namun, masih sebatas untuk budidaya ikan konsumsi. Rencananya, BBI Pundong disulap menjadi pusat kuliner. Plus pusat pemancingan.

”Targetnya pada 2020,” kata Pulung di kantornya Jumat (11/1).

Menariknya lagi, lanjut Pulung, BBI Pundong juga dilengkapi dengan fasilitas konsultasi. Lengkap dengan ruang konsultasi, laboratorium, dan dokter ahli. Dengan begitu, pembudidaya dapat berkonsultasi berbagai problem budidaya ikan. Terutama, penyakit.

”Petugas pengelola juga ditambah empat hingga lima orang lagi. Saat ini hanya lima petugas,” ucapnya.

Di Kabupaten Bantul, Pulung menyebut ada lima BBI. Empat di antaranya BBI Barongan, BBI Sanden, BBI Gesikan, dan BBI Krapyak.

”Nah, status BBI Pundong baru tahap pengembangan. Berbeda dengan empat lainnya,” ungkapnya.

Wunduro, 55, petugas BBI Pundong menambahkan, ada beberapa jenis ikan yang dibudidayakan. Yakni, lele, nila, dan gurami.

”Kedepan kemungkinan ada tambahan ikan lain,” katanya. (cr6/zam/fn)