JOGJA – Masyarakat Kota Jogja patut berbangga dengan lahirnya kembali Stadion Mandala Krida. Pasalnya stadion yang selama ini menjadi kandang PSIM Jogjakarta ini sudah diresmikan Kamis (10/1) oleh Gubernur DIJ Sri Sultan HB X.

Dalam wajah baru stadion ini ada pula penambahan fasilitas penunjang. Seperti arena untuk cabang olahraga non sepakbola. Dan segala fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga (Disdikpora) DIJ Kadarmanta Baskara Aji menjelaskan total anggaran untuk mempercantik stadion ini, Pemprov telah menghabiskan dana sebesar Rp. 174 Miliar yang diambil dari APBD. Dan untuk pembangunan stadion ini menghabiskan waktu selama enam tahun terhitung sejak 2012 lalu.

Fasilitas yang ditambah, lanjut Baskara ada penambahan diluar stadion seperti venue panjat tebing, voli pasir, lapangan bola basket outdoor, arena sepatu roda, dan arena balap motor. Sedangkan untuk di dalam stadion ada lintasan atletik yang sudah bertaraf internasional, dari pantauan Radar Jogja beberapa bagian stadion juga telah dicat ulang.

Saat ini Stadion Mandala Krida sudah mampu menampung jumlah penonton lebih banyak yaitu berjumlah 25.000 orang. Berbeda dengan sebelum direhabilitasi stadion ini hanya mampu menampung sebanyak 10.000 penonton.

“Saat ini pula ada fasilitas lain seperti mushola,” ujar Baskara di sela acara.

Baskara menjelaskan lintasan atletik di dalam stadion, sudah berstandar internasional dan diklaim terbaik se-Indonesia. Sirkuit atletik ini juga telah mendapat pengakuan berupa sertifikasi dari International Association Athletic Federation (IAAF).

Untuk bisa dikatakan sirkuit atletik berstandar internasional, Baskara menjelaskan bahwa harus ada pemenuhan di beberapa aspek seperti kualitas trek dan ukuran yang memadai. Selain itu sirkuit juga harus memenuhi kelengkapan lain seperti bisa digunakan untuk cabor lempar martil, lompat tinggi dan lompat jauh.

“Sehingga dengan sudah dimiliki sertifikat ini. Mandala Krida dapat melaksanakan berbagai kejuaraan cabang olahraga dengan taraf internasional. Serta jika pemecahan rekor dunia di situ (Mandala Krida) akan diakui,”imbuhnya.

Dengan sudah diresmikannya stadion ini, Baskara berharap berbagai fasilitas yang ada dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Khusunya untuk meningkatkan prestasi DIJ di bidang olahraga.

Sedangkan untuk pengelolaan, Baskara menjelaskan untuk saat ini Mandala Krida memang masih menjadi tanggung jawab Disdikpora Provinsi. Untuk tahun ini, dia mengatakan akan berfokus pada pemeliharaan stadion terlebih dahulu.

Dan untuk tahun 2020 mendatang, rencananya akan ada beberapa penambahan fasilitas di stadion. Seperti pengadaan lampu stadion, kursi tribun dan food court.

Pihaknya juga menjamin bahwa bagian dalam Mandala Krida akan dikhususkan sebagai fasilitas olahraga. Hal ini, agar fungsi daripada sarana olahraga bisa digunakan sebagaimana mestinya. Serta untuk mempertahankan sertifikasi internasional yang sudah didapat stadion.

“Kalau untuk area didalam lapangan akan kami khusukan sebagai sarana olahraga. Namun untuk bagian luar bisa digunakan untuk berbagai kegiatan seperti konser atau yang lainnya,” ujarnya.

Hal tersebut juga disetujui oleh Gubernur DIJ, Sri Sultan Hamengkubuwono X juga berharap agar tidak ada kegiatan diluar bidang olahraga yang dilakukan di dalam stadion. Ngarso Dalem ingin fasilitas apapun yang ada didalam stadion tidak ada yang rusak.

Dalam kegiatan ini, Sultan mengatakan bahwa pengelolaan yang profesional merupakan kunci utama keberlangsungan stadion. Dia berharap wajah stadion yang yang sudah berdiri sejak tahun 1796 ini mampu meningkatkan prestasi di bidang olahraga dan masyarakat juga bisa menikmatinya.

Selain itu dengan sudah diresmikannya kembali Mandala Krida, Sultan berharap agar masyarakat juga bisa ikut merawat. Hal tersebut agar kedepannya generasi mendatang tetap dapat menikmati berbagai fasilitas di stadion.

“Maka dari itu sudah saatnya stadion ini dijauhkan dari tangan-tangan jahil yang menganggu dinamika sportifitas. Sudah saatnya Mandala Krida menjadi saksi tumbuh kembangnya olahraga di Jogjakarta,” ujarnya.

Disisi lain, Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi mengatakan dengan sudah bisa berfungsinya kembali Mandala Krida, PSIM Jogja saat ini dapat kembali ke rumahnya kembali. Mengingat sebelumnya tim sepakbola ini sering menggunakan stadion yang berada di luar Kota Jogja sebagai homebasenya.

Dia berharap wajah baru stadion yang sudah lama menjadi identitas tim berjuluk Laskar Mataram tersebut dapat menjadi cambuk semangat untuk meningkatkan prestasi di cabang olahraga sepakbola.

Tapi Heroe sempat mengatakan untuk saat ini stadion Mandala Krida memang belum ada fasilitas lampu stadion. Namun hal tersebut diharapkan tidak menjadi halangan untuk PSIM mampu meningkatkan prestasinya.

Selain cabang olahraga sepakbola, Heroe berharap kehadiran nuansa dan fasilitas baru di Mandala Krida ini mampu meningkat prestasdi di cabang olahraga lainnya.

“Harapannya dengan difungsikannya kembali Mandala Krida dapat meningkatkan semangat para atlet untuk berlatih agar bisa menorehkan prestasi,” ujarnya.

Sayangnya pembangunan stadion Mandala Krida sempat melalui jalan terjal. Pasalnya pernah ada kasus persengkokolan pada proses tender pembangunan ini. Setidaknya ada enam kontraktor yang terbukti bersekongkol dalam penggunaan dana pembangunan stadion sebesar Rp. 85,9 Miliar. (cr5/yog/fn)