SLEMAN – Keluhan masyarakat terkait banyaknya sampah visual di Sleman direspons Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sleman. Dalam operasi dua hari, berhasil dibersihkan 364 sampah visual. Berupa iklan media luar ruang yang melanggar aturan.

“Ini penegakan Perbup 13.1/2018 tentang Penyelenggaraan Reklame,” ujar Kasie Operasi dan Trantib Satpol PP Sleman, Sri Madu (10/1).

Pihaknya menyasar Jalan KRT Pringgodiningrat hingga Jalan Godean pada hari pertama (9/1). Hasilnya, menurunkan 29 spanduk melintang, 100 rontek, 20 pamflet dan 30 baliho.

Kemarin, giliran wilayah Jalan Kaliurang dari Perempatan Kentungan ke utara. Diamankan 27 spanduk melintang, 152 rontek, dan enam rontek konstruksi besi.

Memang iklan media luar ruang itu tidak berizin. Spanduk dan rontek dipasang serampangan. Banyak yang beranggapan pemasangan rontek atau spanduk tanpa melalui mekanisme izin.

Sri Madu menjelaskan, saat ini baru sebatas menertibkan. Karena saat musim hujan seperti ini spanduk yang dipasang melintang berpotensi putus. “Itu kan berbahaya,” ujarnya.

Terkait bendera partai politik (parpol), pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Sebab untuk menertibkan bendera parpol harus ada rekomendasi dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sleman.

Bendera yang dipasang di jembatan maupun yang di pohon masih didiamkan. “Kami butuh kepastian hukum untuk menertibkan itu (bendera parpol),” jelasnya.

Kepala Bawaslu Sleman, M. Abdul Karim Mustofa mengatakan pihaknya masih mendata alat peraga kampanye (APK) yang melanggar. Penertiban pada Desember 2018, masih ada parpol yang nekat memasang APK di tempat terlarang.

“Kami meminta Panwascam di 17 kecamatan mendata dan merekomendasikan ke kami. Baru nanti kami sampaikan surat ke Satpol PP dan melakukan penindakan,” kata Karim. (har/iwa/fn)