Seperti kata pepatah, setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Begiu juga dengan para pejabat yang pada 2019 ini memasuki masa purna tugas. Salah satunya Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Sleman, Untoro Budiharjo.

JAUH HARI WAWAN S, Sleman

Sosok pria yang tinggi besar itu dalam tiga bulan mendatang mungkin sudah tidak bisa ditemui di kantor Disnaker Sleman. Dia juga sudah tidak bisa ditanyai lagi ikhwal perkembangan ketenagakerjaan di Sleman. Bahkan, membicarakan musik.

Namun, dia menegaskan kendati tidak bisa berjumpa di lingkungan kantor pemerintahan, dia memastikan bisa berjumpa di tempat lain. Ya, dia adalah Kepala Disnaker Sleman, Untoro Budiharjo yang akan pensiun di bulan Maret 2019 mendatang.

Radar Jogja, memiliki pengalaman berkesan tentang sosok yang satu ini. Saat ditemui, kesan pertama yang muncul adalah sangar. Itu sebab pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman itu menanggapi dingin.

Dengan suara yang dalam, dia mempersilakan masuk. “Masuk mas,” katanya.

Suaranya sempat membuat ciut. Namun, lambat laun, suasana bisa menjadi lebih cair.

Pengalaman selanjutnya adalah ketika melihatnya memainkan alat musik. Siapa sangka berbagai alat musik dapat fasih dia mainkan. Gitar, bass, bahkan piano dapat dia mainkan. Bahkan dia juga kerap menampilkan keahliannya di acara-acara pemerintahan.

Agaknya, dengan pensiunnya Untoro, staf Pemkab Sleman tidak bisa lagi melihat permainan musik yang ciamik dari dia bersama kepala dinas yang lain. Hal itu juga yang dirasakan Untoro jelang pensiunnya.

Segala aktivitas yang biasa dia kerjakan setiap harinya urung dilakukan lagi. Bertemu dengan koleganya. Menyapa para sejawat dan memikirkan bagaiamana kebijakan itu akan menimbulkan efek bagi masyarakat Sleman.

“Yang menyedihkan itu bukan kehilangan jabatan, tapi kehilangan suasana, teman, dan lain sebagainya,” kata Untoro menahan haru.

Untoro pun menjelaskan, sebelum diberikan SK Purna tugas itu, dia telah menyiapkan rencana. Baginya mengabdi untuk masyarakat bukan hanya jika dia menduduki jabatan sebagai kepala dinas. “Mengabdi untuk masyarakat itu bisa dilakukan dengan banyak cara,” ujarnya.

Paling tidak, dia akan lebih fokus pada bidang sosial. Peka terhadap kondisi masyarakat sekitar. “Mengabdi itu bisa dari bidang sosial, kegiatan usaha atau keagamaan,” bebernya.

Untoro tidak sendiri. Setidaknya hingga Juli 2019 akan ada 253 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Sleman akan mengikuti jejaknya. Purna tugas sebagai PNS.”Jadi apa yang harus dilakukan sudah ada di benak calon purna tugas sebelum mendapatkan SK,” ujarnya.

Semangat untuk terus berkarya bagi mereka yang sudah atau akan purna tugas juga diberikan oleh Bupati Sleman Sri Purnomo (SP). Dia mengatakan oara calon purna tugas setidaknya telah dibekali life skill.

SP menyampaikan, purna tugas bukan berarti berhenti mengabdi. Pengabdian kepada masyarakat itu bisa dalam bentuk wirausaha. Dia ingin agar oengalaman selama ini bisa menjadi modal berharga di masyarakat. “Saya mengucapkan terima kasih kepada PNS yang selama ini mengabdi untuk Sleman,” kata SP.

Kesehatan merupakan hal yang juga ditekankan oleh SP. Pasalnya usia para pensiunan tidak bisa bohong. “Jaga fisik supaya tetap sehat sehingga bisa menikmati kehidupan yang berkualitas,” pesannya. (gun/yog/fn)