SLEMAN – Kecamatan Depok memiliki angka pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang tinggi. Kawasan ini merupakan kawasan kontrakan dan kos-kosan pendatang yang sebagian besar memiliki motor.

Kapolsek Depok Timur Kompol Paridal mengatakan, banyak pemilik motor yang lengah. Tidak sedikit kunci tertinggal dan dimanfaatkan pencuri.
“Belum lama ini ada tiga kasus kami tangani. Semuanya akibat kelalaian pemilik. Kuncinya masih di motor,” kata Paridal di Mapolsek Depok Timur (10/1).

Pihaknya akan mengingatkan pemilik agar meningkatkan kewaspadaan. Terutama di pusat keramaian, kos dan kontrakan. Beberapa kasus, kendaraan terparkir di tempat tidak aman.

Aksi pencuri semakin menjadi saat penghuni cuek. Penyebab lain, tidak adanya kepedulian terhadap lingkungan. Mulai membiarkan gerbang dan pintu rumah terbuka. Menjadi celah pencuri beraksi.

“Pelaku memanfaatkan kelengahan pemilik. Masuk ke rumah untuk mencari kunci motor atau tempat menyimpannya. Antisipasi dengan mengunci gerbang,” pesan Paridal.

Empat maling motor diamankan. Seluruhnya pemain tunggal. Ada MS alias Kancil, 26. Residivis asal Tambakbayan, Caturtunggal, Depok. Beraksi 2018. Dia mencuri Yamaha Mio di Jalan Nusa Indah, Condongcatur.

Pelaku mendorong motor dalam keadaan mesin mati. Aksi mulus karena pemilik tidak mengunci setang. Pelaku kabur tanpa ketahuan.

Adapula AMP, 27. Mencuri Honda Supra. Pria Ungaran, Jawa Tengah memanfaatkan kepercayaan majikan. Dia membawa kabur motor saat masih bekerja di Kedai Susu Kambing Gandok, Pandean, Condongcatur.

“Ada tersangka berinisial MA, 43. Targetnya Isuzu Panther. Dijual ke luar Jawa. Mobil masih dalam pencarian,” kata Paridal.

Panit Reskrim Polsek Depok Timur Ipda Bambang Widyatmoko meminta warga waspada. Khususnya penghuni dan pemilik kos. Memberi lahan parkir. Melengkapi gerbang dengan kunci. (dwi/iwa/fn)