JOGJA – Kesadaran masyarakat pendatang untuk menggunakan hak pilihnya di Kota Jogja terbilang masih rendah. Itu dibuktikan hingga awal 2019 ini, Komisi Pemilu Umum (KPU) Kota Jogja baru mencatat empat orang yang melakukan kepengurusan surat A5.

Komisioner KPU Kota Jogja Siti Nurhayati mengungkapkan perilaku warga pendatang memang masih lebih suka mengurus mendekati batas akhir waktu yang ditentukan. Tapi kebiasaan tersebut justru akan mempersulit kerja KPU. Karena fasilitasi para pemilih harus sudah disiapkan sejak jauh hari, termasuk pemilih pendatang.

“KPU Kota Jogja akan crowded, karena hal tersebut akan menentukan fasilitas warga pendatang untuk memilih di tps mana dan kebutuhan surat suaranya,” ujarnya.

Guna meminimalisir hal itu, KPU Kota Jogja akan melakukan langkah jemput bola. Langkah ini agar pendatang tetap bisa menggunakan hak pilihnya serta meminimalisir beban KPU Kota Jogja di kemudian hari.

Bulan ini, Nurhayati akan menfokuskan pada program sosialasi. Bentuk programnya sendiri adalah mendatangi asrama, kost-kost-an dan kontrakan yang biasa menjadi tempat tinggal para pemilih pendatang ini. Nantinya setelah dilakukan sosialiasi, para pemilih ini harapannya dapat didata dan mau mengurus formulir A5.

Sedangkan pada bulan berikutnya, KPU akan membentuk A5 Corner. Nurhayati menjelaskan corner tersebut untuk menfasilitasi pendatang yang ingin mengurus formulir. Pembentukan corner ini akan akan dilakukan di tiap universitas, dengan mengandeng pihak kampus seperti rektor dan organisasi mahasiswa.”Ada 28 kampus di Kota Jogja yang akan kami sasar,” ujarnya.

Nurhyati menargetkan dengan adanya sistem jemput bola tersebut, KPU Kota Jogja dapat menjaring minimal seribu pemilih. Namun dengan program tersebut diharapkan juga dapat menyasar seluruh pendatang di Kota Jogja untuk bisa menggunakan haknya pada Pemilu 2019.

Sedangkan untuk prosedur mengurus form A5, Nurhayati menjelaskan cukup mudah. Calon pemilih hanya tinggal mendatangi kantor KPU Kota Jogja, kemudian akan diarahkan bagaimana cara mengurusnya.

Untuk pendatang yang sudah mengurus dan sudah ditetapkan sebagai pemilih tetap. Nurhayati mengatakan saat ini sudah terdaftar sebanyak 309 orang.”Prosedurnya juga mudah dan bisa di cek melalui web lindungihakpilihmu.kpu.go.id,” imbuhya.

Disisi lain, mahasiwa perantau yang berkuliah di salah satu kampus swasta di Kota Jogja dan belum mengurus formulir A5, Rangga Maheza menuturkan kendala utama dalam mengurus persyaratan Pemilu tersebut adalah masalah kesibukan. Dia menceritakan selama ini dia selalu sibuk dengan segala aktifitas kampus dan organisasi sehingga tidak sempat mengurus.

Mendengar kabar akan adanya A5 corner di tiap kampus, mahasiswa asal Purwakarta ini juga turut antusias. Rangga mengatakan dengan adanya sosialasi dan pembentukan fasilitas di asrama dan kampus akan memudahkan dirinya dan mungkin mahasiwa pendatang lainnya untuk bisa mengurus formulir tersebut dan tetap bisa menggunakan hak piliknya.

“Seumpama ada sosialisasi, pendataan atau bisa mengurus di tiap kampus, saya rasa akan sangat membantu kami sebagai mahasiswa pendatang,” jelasnya. (cr5/pra/fn)