MUNGKID-Pencarian Alvi Kurniawan, 20 tahun korban hilang di Gunung Lawu asal Kabupaten Magelang bernama, secara resmi telah dihentikan pihak SAR setempat. Mengingat mereka telah melakukan pencarian hingga tujuh hari, tetapi belum menemukan korban.

Tetapi bagi Marwati, 42 tahun, ibu korban, pihaknya akan terus berusaha melakukan pencarian terhadap anaknya yang hilang saat merayakan malam pergantian tahun atau tanggal 31 Desember 2018 lalu.”Kami pun juga telah berusaha secara maksimal mulai dari mencari orang pintar untuk bisa membantu mencari anak kami.Kami akan terus mencarinya,” katanya, Kamis (10/1).

Upaya pencarian itu akan dterus dilakukan. Karena pihak keluarga merasa ada kejanggalan. Karena handphone alvi justru a dibawa oleh rekannya yang selamat. Anehnya lagi, dari dari enam anak yang bersama-sama ke Gunung Lawu, baru enam temannya yang datag ke rumah untuk berkunjung. “Yang satu itu, belum berkunjung ke tempat kami. Padahal rumahnya tidak jauh dari sini, cuma di dusun sebelah” tuturnya.

Marwati menceritakan, Alvi pamit hendak mendaki gunung Minggu (30/12) lalu. Alvi tidak bilang kepadanya akan ke Gunung Lawu. Anaknya terkesan buru-buru mengemas perlengkapan mendakinya lalu segera pamit dan mencium tangannya.”Ia baru saja pulang membantu saya jualan dari pasar. Saya sudah suruh dia istirahat dulu tapi katanya keburu kemalaman,” cerita Marwati.

Alvi berangkat bersama enam rekannya menuju Gunung Lawu, yang terletak di Karanganyar, Jawa Tengah mengendarai sepeda motor dengan berboncengan. Kepada saudaranya, kata Marwati, Alvi sempat memberi kabar kalau ban sepeda motornya bocor di daerah Boyolali. “Itu kontak terakhir kami dengan Alvi,” ujar Marwati, didampingi adik Alvi, Rika Tri Nuraini. 15 tahun.

Setelah itu Alvi tidak memberi kabar apapun, sampai pada Rabu (2/1/2019) jelang tengah malam, tim SAR yang ada di Gunung Lawu menelpon memberi kabar jika Alvi telah hilang dan mereka sedang melakukan pencarian. Menerima kabar itu, ayah Alvi, Mulyadi, 53 tahun bersama adik Alvi, Nanang Pangestu, 18 tahun, berangkat ke Karanganyar, Kamis (3/1/2019). Keduanya ditemani sejumlah relawan di Desa Mejing dan Kepala Desa Mejing, menuju basecamp Cemoro Sewu, Karanganyar.

Menurutnya, saat pamit Alvi memakai kaos lengan pendek dan tas slempang kecil persis seperti di foto-foto yang tersebar di media sosial. Ia menceritakan sosok Alvi yang sangat baik di matanya. Alvi lah yang membantu dirinya bekerja berjualan gorengan di Pasar Tegalrejo Magelang setiap hari.

Rika Tri Nuraini, adik kandung Alvi, menambahkan bahwa kakaknya memang gemar mendaki gunung. Beberapa gunung di sekitar Magelang pernah didaki, seperti Merbabu, Prau, dan Andong. Sebelumnya ia belum pernah ke Gunung Lawu.

Informasi yang dihimpun tim SAR dari teman-teman Alvi, Alvi hilang setelah diajak balapan menuju puncak Lawu oleh seorang wanita asal Wonosobo. Wanita itu akan memberinya imbalan makan di Warung Mbok Yem yang ada di kawasan puncak.

Menurut Ketua Tim Garda Rescue Magelang Edy Widjanarko, Tim SAR telah resmi menghentikan proses pencarian korban pada 8 Januari setelah selama seminggu tidak menemukan survivor. Selama tujuh hari proses pencarian, tim gabungan telah mengerahkan sekitar 250 personel, yakni mulai tanggal 2-8 Januari. “Namun demikian, dalam beberapa hari kedepan para relawan lokal akan tetap melakukan operasi pencarian secara mandiri yang akan di-support Perhutani,” tandas Edy Wijanarko. (dem/din/fn)