JOGJA – Gubernur DIJ Hamengku Buwono X turut berkomentar atas kasus match fixing yang terjadi di lingkungan sepakbola nasional. Apalagi, tokoh yang terseret dalam kasus tersebut berasal daro Jogjakarta.

“Tindakan tidak bermoral, itu saja. Merusak itu,” kata HB X usai meresmilan Stadion Mandala Krida Kamis (10/1).

HB X yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIJ menilai match fixing tersebut sebagai tindakan merusak sportivitas. Padahal dalam pertandingan olahraga diperlukan tindakan yang menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas. “Itu (tindakan pengaturan skor.red) tidak sportif,” kata HB X.

Seperti diketahui anggota Komdis PSSI non aktif, DIJ Dwi Irianto ditangkap Satgas Antimafia Bola di Hotel New Saphire beberpa waktu lalu. Saat ini pria yang akrab disapa Mbah Putih tersebut statusnya dinaikan menjadi tersangka. Mbah Putih sendiri merupakan salah satu tokoh sepakbola DIJ dan pernah menjabat disebagai sekretaris Asprov PSSI DIJ.

Mbah Putih ditangkap atas kasus penipuan yang dilakukan Ketua Umum Asprov PSSI Jawa Tengah Johar Lin Eng. Mbah Putih disebut menerima aliran uang dari Johar.

Setelah menangkap Mbah Putih, Satgas Antimafia Bola pun terus mendalami kasus match fixing dengan menggali keterangan dengan sejumlah orang di Jogjakarta. Setelah striker Krisna Adi, satgas pun menggali keterangan dari Ketua Askot PSSI Jogja M Irham. Dalam kesehatian M Irham sendiri berprofesi sebagai wasit yang kerap memimpin Liga 2 Indonesia. (bhn/fn)