GUNUNGKIDUL – Warga Trengguno Kidul, Sidorejo, Ponjong, Gunungkidul mendadak gempar Kamis (10/1) pagi. Sekeluarga berteriak histeris karena dililit ular piton. Beruntung tetangga kanan kiri berdatangan. Korban pun berhasil diselamatkan.

Sang korban adalah ibu dan anak. Sarjiyem,46 dan Tri Duwianto,17. Kejadian berawal saat mereka bangun tidur. Sarjiyem mendengar suara gaduh dari kandang ayam belakang rumahnya. Dia lantas meminta Tri Dwianto untuk mengecek.

Tidak lama berselang Sarjiyem dikagetkan suara dari belakang rumah yang semakin gaduh. Bergegaslah dia menuju sumber suara. Alangkah terkejutnya ketika menyorotkan lampu senter. Melihat anaknya terlilit ular.

Tanpa pikir panjang Sarjiyem menarik kepala ular dari leher anaknya. Lepas. Namun tanpa disadarinya ular jenis piton melilit kaki Sarjiyem. Sejurus kemudian kedua korban terjatuh dan berteriak meminta pertolongan.

Tetangga pun berdatangan. Warga melihat ceceran darah di lokasi kejadian. Sebagian lantas berinisiatif membawa korban ke Rumah Sakit Panti Rahayu, Karangmojo. Warga lain berupaya menangkap piton sepanjang empat meter itu.

“Saya teriak-teriak minta tolong sambil nangis. Karena anak saya banyak mengeluarkan darah,” ungkap Sarjiyem.

Sarjiyem mengalami luka di dua jari tangannya. Sedangkan Duwianto terluka di bagian leher. Setelah dirawat tim medis rumah sakit keduanya boleh pulang.

Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Ponjong Brigadir Sugeng Widodo menduga ular piton turun dari gunung. Belakang rumah korban berhimpitan langsung dengan perbukitan yang diduga menjadi habitat ular. “Kemunculan ular sudah ke 4 kali dalam 2 bulan terakhir. Tapi baru kali ini ular menyerang warga,” ujarnya.

Tak ingin kejadian serupa terulang warga setempat lantas menyusuri bukit. Mencari sarang ular. Warga menduga masih ada ular berkeliaran. Namun upaya pencarian ular lain hingga siang kemarin hasilnya nihil. (gun/yog/fn)