JOGJA- Jogjakarta memiliki salah satu lintasan atletik terbaik di Indonesia. Lintasan atletik berstandar internasional ini berada di Stadion Mandala Krida. Ketua Harian Pengurus Daerah Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) DIJ Bambang Dewanjaya mengatakan, lintasan atletik ini menjadi penunjang bagi para atlet untuk mencapai prestasi.


Dia berharap dengan adanya fasilitas yang memadai ini menjadi dorongan semangat atlet-atlet DIJ untuk terus meningkatkan kemampuannya. Dengan fasilitas ini pula PASI DIJ siap mencetak atlet-atlet berkualitas dan berprestasi.
Lintasan ini memiliki delapan jalur standar internasional dengan dibuat dua warna. Dengan dua warna tersebut, tujuan lainnya untuk memudahkan atlet berkebutuhan khusus. ”Karena mereka semakin mudah membedakan lintasannya. Jadi bisa lebih fokus,” jelas Bambang di sela peresmian Stadion Mandala Krida Kamis (10/1).

Bersamaan dengan peresmian ini digelar Kejuaraan Atletik Bank BPD DIJ Championship ke-4. Sebanyak 400 atlet dari berbagai tingkat usia dari seluruh DIJ ikut ambil bagian dalam kejuaraan ini. Nomor yang dipertandingkan meliputi 800 M putra dan putri, 60 M, 100 M, 400 M, UPP 900 M, 1.500 M, serta Estafet 4×200 M Mix.

Hasilnya, kontingen Sleman keluar sebagai juara umum dengan torehan sembilan emas, enam perak, dan delapan perunggu. Peringkat ditempati Kota Jogja dengan lima emas, tiga perak, dan empat perunggu. Bantul berada di peringkat ketiga dengan tiga emas, delapan perak, dan lima perunggu.

Sementara Kulonprogo di posisi keempat meraih satu emas, satu perak, dan satu perunggu. Di posisi buncit, Gunungkidul tak meraih medali sebiji pun.
Direktur Utama (Dirut) BPD DIJ Santoso Rohmad mengatakan, agenda ini merupakan upaya pembinaan atlet-atlet muda. Terlebih, atlet-atlet atletik DIJ memiliki potensi cukup bagus. ”Tidak menutup kemungkinan ke depan akan ada bakat-bakat muda yang menorehkan prestasi,” jelas Santoso.

Diharapkan dari Jogjakarta akan lahir atlet-atlet yang bisa berbicara di level nasional maupun internasional. Setelah digelar untuk level DIJ, kejuaraan ini tidak menutup kemunginan, untuk dinaikkan ke level yang lebih tinggi. Apalagi, DIJ telah memiliki venue atletik mumpuni di Stadion Mandala Krida.”Ini ada dampak sosial ekonominya. Kalau event ini bisa jadi level internasional, gaungnya akan semakin terasa,” jelasnya. (bhn/din/fn)