BANTUL – Ada angin segar bagi pemerintah desa (pemdes). Menyusul naiknya alokasi dana desa (DD). Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan Desa Setda Bantul Jazim Azis menyebut DD yang diterima Kabupaten Bantul pada 2019 naik sepuluh persen. Dari Rp 79 miliar menjadi Rp 89 miliar.

”Setiap tahunnya memang naik,” jelas Jazim di kompleks Parasamya belum lama ini.

Dengan naiknya jatah DD, Jazim memperkirakan setiap pemdes menerima Rp 1 miliar lebih. Sebab, jumlah desa se-Bantul hanya 75. Namun, Jazim mengingatkan, besaran DD yang diterima setiap pemdes berbeda. Sesuai dengan kondisi wilayahnya.

”Sesuai dengan kebutuhan desanya,” ucapnya.

Meski naik cukup signifikan, bekas camat Jetis ini juga merasa ketar-ketir. Khawatirnya, pemdes kebingungan menyusun perencanaan, pengelolaan, hingga pembuatan laporan pertanggungjawabannya. Berkaca pada tahun lalu, ada 24 pemdes yang terlambat menyampaikan laporan.

”Jadi, sempat rendet. Meski akhirnya dapat diselesaikan,” katanya.

Dari itu, Jazim meminta pemdes kooperatif. Pemkab siap memberikan pendampingan khusus. Terutama, bagi pemdes yang kebingungan membuat laporan pertanggungjawaban.

”Biar anggarannya terserap semua,” harapnya.

Bupati Bantul Suharsono meminta DD yang diterima pemdes harus terserap seratus persen. Agar proses pembangunan di pedesaan berjalan maksimal.
”Kalau tidak tahu penggunaannya, tanya dan konsultasi ke kabag pemdes (Jazim Azis) dan kepala kejaksaan negeri,” sarannya. (cr6/zam/fn)