MAGELANG-Saksi-saksi dari partai politik (parpol) menjadi perhatian tersendiri bagi Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Magelang. Rencananya, Bawaslu akan memberikan pelatihan atau bimbingan teknis (bimtek) ke para saksi sebelum pelaksanaan pemungutan suara 17 April mendatang.

Menurut Ketua Bawaslu Kota Magelang Endang Sri Rahayu pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para saksi mengenai aturan, mekanisme pemungutan, dan penghitungan suara. Kemungkinan bimtek akan dilaksanakan Maret mendatang. “Setiap TPS akan ada saksi parpol, saksi calon DPD, dan saksi pasangan calon presiden,” katanya, Kamis (10/1).

Perempuan yang akrab disapa Yayuk ini mengaku belum bisa merinci berapa jumlah saksi yang akan diberi pelatihan tentang pengawasan pemungutan suara tersebut. Dia hanya merinci jika di Kota Magelang terdapat 407 TPS dan 15 parpol, kemudian ditambah saksi DPD, DPRD Provinsi, DPR RI, serta dua capres dan cawapres.”Tidak semua parpol menyediakan saksi. Tapi kemungkinan tetap ada sekitar 20 saksi di setiap TPS,” tuturnya.

Para saksi bagi parpol juga tidak sekadar bertugas untuk mencermati proses demokrasi di tempat pemungutan suara (TPS) saat Pemilu 2019 mendatang. Menurut Ketua DPD II Partai Golkar Kota Magelang Titiek S Utami para saksi partainya, punya tugas tambahan untuk menepis informasi dan berita palsu atau bohong (hoax). Hal tersebut didasari banyaknya informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya di media sosial. ”Jadi, selain harus cermat saat mengawasi proses demokrasi di TPS, mereka juga bisa menepis berita hoax,” kata Titiek.

Karena kepentingan tersebut, Partai Golkar secara khusus mengadakan Workshop Pendidikan Politik Peningkatan Kapasitas Saksi dalam rangka Pemenangan Pemilu 2019, di Kantor DPD II Partai Golkar Kota Magelang, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, kemenangan saat ini sangat tergantung dari kerja para saksi yang didukung oleh mesin partai. Hal itu tidak lepas dari tugas saksi yang tidak hanya menghitung dan melihat saja saat di TPS. “Tapi juga harus bisa ikut mendorong pemilih untuk memilih partai kami,” tegas Titiek.

Karena tugasnya yang berat tersebut, pihaknya sangat konsentrasi dengan kapasitas diri para saksi. Mereka akan terus diberikan pelatihan dan pemahaman tentang politik serta kepartaian. Sehingga bisa didapatkan saksi yang tidak hanya paham aturan, tetapi juga punya kemampuan mempengaruhi dan mengajak masyarakat. “Saksi betul-betul ujung tombak bagi partai kami,” ujarnya.

Workshop diikuti oleh 407 saksi yang tersebar dari tiga daerah pemilihan (Dapil) di Kota Magelang. Tepatnya 141 saksi untuk Dapil I, 154 saksi Dapil II dan 112 saksi untuk Dapil III. (dem/din/fn)