SLEMAN – Satuan Tugas Antimafia Bola Mabes Polri menyambangi kediaman Krisna Adi Darma di Balecatur, Gamping, Sleman Rabu (9/1). Krisna saat ini tengah menjalani sanksi larangan bermain seumur hidup di lingkungan PSSI. Itu akibat match fixing saat laga PS Mojokerto Putra (PSMP) kontra Aceh United di babak delapan besar Liga 2 Indonesia musim lalu.

Wakil Ketua Satgas Antimafia Bola Brigjen Krishna Murti datang bersama rombongan sekitar pukul 13.15. Direktur Kriminal Umum Polda DIJ Kombes Pol Hadi Utomo turut hadir mendampingi tim Mabes Polri.

(GRAFIS: HERPRI KARTUN/RADAR JOGJA)

Sampai di lokasi tujuan tim satgas disambut oleh Johan Arga, kakak Krisna Adi. Setelah berbasa-basi tak lama rombongan dipersilakan masuk ke dalam rumah. Pertemuan tertutup berlangsung selama sekitar 30 menit.

Usai pertemuan Krishna mengatakan, tujuan kedatangannya ke Sleman untuk mengetahui kondisi Krisna. Sebagaimana diketahui Krisna mengalami luka dan sempat dirawat di rumah sakit akibat kecelakaan lalu lintas beberapa waktu lalu.

Dalam pertemuan tersebut Krishna menyatakan Krisna Adi belum cukup sehat untuk dimintai keterangan verbal maupun formal. Menurut alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1991 itu, saat berbincang dengan tim satgas Krisna berusaha mengingat persitiwa yang dialami.

“Kalau dari obrolan-obrolan saya sudah menangkap gambaran kecilnya,” jelas sosok yang pernah menjabat Dirreskrimum Polda Metro Jaya itu.

Tak mendapatkan hasil maksimal, Satgas Antimafia Bola akan menunggu hingga perkembangan kesehatan Krisna membaik. Untuk mengulik kembali keterangan dari mantan penyerang PSIM Jogja tersebut. “Kalau belum sehat, kami tunggu sampai sehat. Bisa melihat dia tertawa sudah bersyukur kok,” ujar perwira tinggi Polri dengan satu bintang di pundak itu.

Dalam upaya membongkar mafia sepak bola, lanjut Krishna Murti, satgas tidak akan bergantung dari keterangan Krisna saja. Satgas akan terus menggali keterangan dari berbagai sumber. Baik mereka yang telah memberikan keterangan kepada tim satgas meupaun media massa.

Bahkan sudah ada beberapa orang yang menjadi justice collabolator. Di antaranya dari pengurus internal Persibara Banjarnegara dan Bangkalan Super. “Kalau ada pengurus yang pernah memberikan uang untuk pengaturan skor ungkapkan saja. Ini demi kebaikan sepak bola,” harapnya.

Disinggung soal kasus dugaan match fixing yang disebut-sebut melibatkan PSS Sleman pada laga melawan Kalteng Putra, Wakapolda Lampung 2016 itu enggan memberi keterangan secara gamblang. “Saya tidak menyebut klub per klub. Tugas kami mencari fakta yuridis mereka yang terlibat dalam match fixing,” kelitnya.

Sebagaimana diketahui, Krisna Adi disebut-sebut menjadi salah seorang saksi kunci dugaan match fixing yang terjadi di Liga 2 Indonesia. Krisna dinilai dapat mengungkapkan persitiwa penalti janggal yang terjadi saat PSMP kontra Aceh United di laga delapan besar Liga 2 Indonesia.

Ketika itu Krisna dinilai dengan sengaja menggagalkan penalti yang diberikan kepada PSMP. Padahal, saat itu PSMP tertinggal 2-3 dari tuan rumah. Seandainya meraih kemenangan, tim yang musim depan dilarang tampil di Liga 2 tersebut mendapatkan tiket promosi ke Liga 1. Namun nyataya, PSMP sepertinya tidak menginginkan kemenangan.

KLARIFIKASI: Wakil Ketua Satgas Antimafia Bola Mabes Polri Brigjen Pol Krishna Murti (tengah) memberikan keterangan pers usai menemui Krisna Adi, di Balecatur, Gamping, Sleman Rabu (9/1). (GUNTU AGA TIRTANA/RADAR JOGJA)

Di bagian lain, Dirreskrimum Polda DIJ Kombes Pol Hadi Utomo menegaskan insiden kecelakaan lalu lintas yang menimpa Krisna Adi tak ada kaitannya dengan kasus match fixing. Melainkan murni kasus kecelakaan jalanan. “Kami sudah sidik dan tidak ada yang ditutup-tutupi,” ujarnya. “Tersangkanya sopir dan kernet bus yang lalai memarkir kendaraan di jalan,” sambung Hadi.

Kedatangan Satgas Antimafia Bola Mabes Polri ke Jogjakarta kemarin bukan kali pertama. Sebelumnya, tim satgas menyambangi Jogjakarta dan menangkap anggota Komdis PSSI non aktif Dwi Irianto. Pria yang akrab disapa Mbah Putih ditangkap di Hotel New Saphire Jogja. Saat ini status Mbah Putih sudah dinaikan menjadi tersangka. (bhn/yog/fn)