JOGJA – Setelah selama hampir enam tahun menjalani renovasi, Stadion Mandala Krida rencananya akan diresmikan besok (10/1). Gubernur DIJ Hamengku Buwono X direncanakan akan meresmikan stadion yang kini berkapasitas 27 ribu penonton tersebut.

Kepala Balai Pemuda dan Olahraga DIJ Eka Heru Prasetya menjelaskan selain meresmikan stadion, HB X akan melakukan peninjauan ke sejumlah fasilitas yang ada di kompleks stasion. Sejak mulai direnovasi 2013, Stadion Mandala Krida tidak hanya berubah dari segi bentuk, tetapi juga bertambah fasilitas penunjang lainnya. “Kami akan jelaskan detail stadion ini. Termasuk fasiltas di luar stadion, seperti arena panjat tebing dan voli pasir,’’ kata Eka Selasa (8/1).

Meskipun akan diresmikan besok, bukan berarti pengerjaan proyek Stadion Mandala Krida rampung 100 persen. Sebab, masih ada beberapa fasilitas pendukung yang belum terselesaikan. Fasilitas itu antara lain lampung penerangan dan penambahan genset.

Selain itu sarana penunjang lain yakni keberadaan fasilitas ruko yang menyatu dengan stadion. Termasuk pusat untuk jual beli makanan dan minuman di lingkungan stadion. ”Pusat jananan memang belum sepenuhnya rampung,” terangnya.

MEMADAI: Venue bola basket di Kompleks Stadion Mandala Krida sudah digunakan untuk menggelar beberapa pertandingan. (RADAR JOGJA FILE)

Selain itu, sejumlah fasilitas penunjang pembinaan olahraga di DIJ telah dibangun. Mulai dari GOR Voli Pasir, lapangan basket, arena papan panjat tebing, mushola dan venue utama yakni stadion sepak bolan telah rampung pengerjaan pembangunannya. Bahkan beberapa vanue seperti arena voli pasir dan panjat tebing sudah dapat digunakan dan diselenggarakan sejumlah pertandingan.

Usai peresemian ini Eka berharap ke depan pembinaan olahraga di DIJ dapat semakin maksimal dan bisa menelorkan atlet-atlet andal yang berprestasi. Dengan adanya lapangan dengan rumput bagus dan lintasan berstandar internasional ini, dia berharap bisa lahir atlet berprestasi nasional. Bahkan internasional dari DIJ.

Selain pelaksanaan Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIJ XV-2019 pada Oktober mendatang, dapat dipastikan bisa menggunakan stadion tersebut. Tak hanya untuk pertandingan atau perlombaan, stadion ini rencananya juga akan dijadikan venue upacara pembukaan dan penutupan.

Manajer PSIM Jogja Erwan Hendarwanto menyambut baik keberadaan stadion yang selama ini menjadi markas Laskar Mataram itu. Sebab selama hampir lima tahun, PSIM Jogja selalu berpindah home base untuk kegiatan pertandingan. Selama Stadion Mandala Krida direnovasi, Laskar Mataram menggunakan Stadion Sultan Agung di Bantul sebagai home base. ”Saya sendiri belum tahu apakah sudah bisa digunakan. Karena infonya, baru akan digunakan saat penyelenggaraan Porda, Oktober mendatang,” jelas Erwan. (bhn/din/fn)