MEMASUKI masa liburan, banyak mahasiswa umumnya mengisinya dengan pulang kampung, traveling, atau ada juga yang main game. Lain halnya dengan Organisasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan (OMIP) Liberty, mengisi liburan mereka dengan memasifkan gerakan literasi di beberapa Taman Baca Masyarakat (TBM) yang ada di wilayah Kabupaten Sleman. Kegiatan tersebut bertajuk dalam narasi besar “Bakti Pustaka 4.0”.

Kegiatan Bakti Pustaka 4.0 berlangsung selama dua hari, dari tanggal 2 hingga 3 Januari 2019. Kegiatan ini digelar di tiga TBM, yakni TBM Guci Prestasi, TBM Bercak Pustaka, dan Perpustakaan Umum Dusun Jlegongan.

Penentuan tempat tersebut merupakan rekomendasi dari Bapak Sidiq selaku Ketua Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) Kabupaten Sleman dan hasil kesepakatan panitia penyelenggara. Awalnya Bakti Pustaka 4.0 ini akan dilaksanakan di empat tempat. Namun, karena suatu hal kegiatan di tempat ke empat yakni Sanggar Bocah Jetis dibatalkan. “BP (Bakti Pustaka) di Sanggar Bocah Jetis tidak jadi karena di sana ada kegiatan lain,” jelas Ketua Panitia  Rifki, 19.

Menurut Ketua Umum OMIP Liberty Umam, 21, nama Bakti Pustaka 4.0 terinspirasi dari perkembangan era Revolusi Industri sekarang yang memasuki era 4.0.

“Era industri 4.0 merupakan era di mana perkembangan perindustrian memanfaatkan teknologi jaringan dan informasi, harapan kami dengan nama Bakti Pustaka 4.0 kegiatan tersebut dapat menerapkan dan memanfaatkan peranan teknologi jaringan dan informasi dalam mengembangkan TBM,” tutur Umam.

Bakti Pustaka 4.0 kali ini mengusung tema “Maju Bersama TBM” panitia kegiatan berharap agar kegiatan tersebut dapat memberikan kemajuan pada TBM dan masyarakat di sekitarnya, terlebih di wilayah Kabupaten Sleman.

Menggunakan konsep makerspace, Bakti Pustaka 4.0 diisi dengan acara pelatihan membuat kotak pensil dari barang bekas. Pelatihan tersebut dilaksanakan dengan memanfaatkan media sosial Youtube untuk mencari tutorial pembuatan kerajinan kotak pensil dari barang bekas. Setelah peserta menyaksikan video tutorial dari Youtube barulah anak-anak yang menjadi peserta kegiatan membuat kreasi kotak pensil mereka.

Konsep makerspace tersebut merupakan hasil koordinasi panitia dengan pengelola TBM. Dimana hal tersebut dilakukan agar kegiatan yang dilaksanakan di TBM bisa tepat sasaran. Terbukti dari banyaknya anak-anak yang antusias dan bersemangat mengikuti kegiatan Bakti Pustaka 4.0. Apabila ditotal dari keseluruhan tempat pelaksanaan Bakti Pustaka 4.0 ada sekitar 70-an anak yang mengikuti acara tersebut. Tidak hanya dari segi kuantitas, karya-karya yang dihasilkan adik-adik peserta kegiatan ini juga diluar ekspektasi panitia dan pengelola. Banyak karya peserta yang bahkan lebih kreatif dari video tutorial yang dijadikan acuan.

Harapannya dengan adanya kegiatan semacam Bakti Pustaka 4.0 ini, literasi media generasi muda akan meningkat. Kita sadar bahwa kemajuan teknologi berdampak pada tumpah ruahnya informasi, khususnya di jagat maya. Tugas kita ialah menjadi generasi Digital Natives yang peka akan informasi, paham bagaimana memfilter, memilah, dan memilih informasi tersebut supaya bermanfaat positif bagi generasi bangsa, semoga. (ila)

*Penulis merupakan mahasiswa Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta