GUNUNGKIDUL – Bupati Gunungkidul Badingah angkat bicara terkait dengan maraknya kasus bunuh diri. Dia menginstruksikan seluruh jajarannya dan masyarakat untuk menggelar aksi nyata. Bukan hanya statemen saja.

Dia mengajak semua pihak untuk action melakukan pencegahan bunuh diri. Selain itu juga, tidak hanya sebatas rapat yang selesai pada tataran ide.”Namun harus bergerak,” kata Badingah saat dihubungi Selasa (8/1).

Dikatakannya, terlebih saat ini di puskesmas sudah ada layanan konseling gangguan kejiwaan. Sehingga diharapkan bisa digunakan masyarakat untuk mendapatkan solusi jika ada permasalahan. Keberadaan Satgas Berani Hidup juga harus dioptimalkan. Menruutnya, Satgas belum menangkal terjadinya bunuh diri. Karena itu, semua harus ikut berkomitmen mengurangi angka bunuh diri.”Tidak hanya pemerintah tetapi juga masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya berharap jika menemukan keluarga yang mengalami depresi agar tidak dibiarkan sendiri. Mereka harus didampingi, kemudian dibawa ke puskesmas atau RSUD Wonosari supaya lekas mendapatkan penanganan.

Ketua Satgas Berani Hidup, Immawan Wahyudi mengaku terus menggali dan mengembangkan dengan seluruh elemen masyarakat mengkampanyekan anti bunuh diri, dengan cara persuasif dan edukatif. “Kami sedang menginventarisasi data tahun-tahun lalu karakter persoalan inti dan motif bunuh diri pada tahun-tahun lalu,” kata Immawan.

Wakil bupati Gunungkidul ini juga mengingatkan kepada elemen masyarakat untuk berdoa agar dijauhkan dari tindakan bunuh diri. Khusus kepada seluruh pimpinan umat, pihaknya memohon saran dan doa untuk warga supaya dijauhkan dari musibah terutama musibah bunuh diri.

Relawan LSM Imaji Wage Dhaksinarga berharap agar pemerintah dan warga masyarakat mampu bersinergi secara kuat mental dan teguh iman untuk menyikapi bencana kemanusiaan ini secara bijaksana. Sebagai manusia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa hendaknya mampu menguatkan diri dari segala godaan dan cobaan yang mengarah pada keputusasaan pikiran.”Juga penyakit batin kejiwaan,” kata Wage.

Untuk diketahui, pada awal tahun ini sudah terjadi empat kasus bunuh diri. Cara mengakhiri hidup sama, yakni melilitkan tali pada leher. (gun/din/fn)