JOGJA – Yoga Pratama secara resmi bergabung dalam training camp (TC) Timnas Indonesa U-21 di bawah asuhan pelatih Indra Sjafri. Bersama 37 pemain lainnya, pemain PSIM Jogja tersebut akan bersaing demi skuad inti AFF U-22 Kamboja, Februari mendatang.

Yoga telah menjalani latihan perdana di Lapangan ABC Senayan, Jakarta Senin (7/1). Musim 2018 merupakan momen berharga bagi pemain berusia 20 tahun tersebut. Sebab, Yoga menjadi pilihan utama dari skema permainan yang diterapkan oleh pelatih Bona Simanjuntak di PSIM Jogja.

Padahal, jika melihat pada dua musim sebelumnya, Yoga hanyalah pemain berstatus magang di skuad Parang Biru. Musim ini Yoga mampu menggeser pemain Gilang Pratama. Bersama Rayomond Tauntu, pemain bernomor 19 tersebut cukup padu dalam mengawal lini tengah Laskar Mataram- julukan PSIM Jogja.

Nah, berbekal jam terbang tinggi, talenta jebolan jabolan SSB MAS itu berhasil membuat Indra Sjafri kepincut. Terlebih, bagi pelatih asal Sumatera Barat tersebut, kesempatan bermain di level klub, menjadi syarat utama yang harus dipenuhi pemain Timnas U-22.

Bukan hal mudah bagi Yoga, untuk menembus skuat inti Garuda Muda. Sebab, dalam TC kali ini, Yoga harus bersaing dan berebut tempat dengan bakat-bakat terbaik dari penjuru negeri.

Bermain di posisi gelandang, Yoga bakal saling sikut dengan para alumni Timnas U-19, layaknya Luthfi Kamal, atau Rafi Syaharil. Lalu, beberapa nama yang musim lalu berkiprah di Liga 1, seperti Hanif Sjahbandi, Sani Rizki, hingga Muhammad Rafli. “Saya siap berjuang, walaupun sempat kaget juga waktu dapat kabar dipanggil TC Timnas kemarin,” kata Yoga sebelum bertolak ke Jakarta.

Panggilan pemusatan latihan dari Timnas U-22 tersebut, merupakan kesempatan besar yang harus dimanfaatkan. Selain kesiapan untuk berjuang keras, Yoga juga berharap doa restu, supaya mimpi menuju skuat Garuda Muda bisa terealisasi tahun ini. “Minta doanya, semoga saya bisa lancar menjalani pengalaman berharga ini, syukur-syukur kalau ada rezeki membela Timnas Indonesia,” harapnya. (bhn/din/fn)