Di hari Minggu, tanggal 6 Januari 2019, saya menonton film di Bioskop, berjudul Keluarga Cemara. Sebelum menonton filmnya, saya sudah melihat trailernya dari Youtube dan Instagram. Dari trailernya, terlihat film ini bergenre keluarga dan drama.

Dari trailer tersebut, saya sudah membayangkan filmnya akan sedih. Kenapa? Karena dari trailernya terlihat banyak konflik diantara keluarga.

Kata Papa dan Mama, film Keluarga Cemara dulu itu sinetron. Sinetron itu bercerita tentang keluarga yang miskin, tapi tetap bahagia di tengah kekurangannya. Mereka tetap bahagia dan kuat karena anak dan orang tua saling membantu.

Di versi film, Keluarga Cemara dibintangi Ringgo Agus Rahman sebagai Abah, Nirina Zubir sebagai Emak, Zara Jkt48 sebagai Euis, dan Widuri sebagai Ara. Film ini disutradarai oleh Yandy Laurens dan ditulis oleh Gina S. Noer, yang sebelumnya saya ketahui sebagai penulis film Posesif dan Kulari Ke Pantai, yang saya sukai karena ceritanya sangat menarik dan seru.

Keluarga Cemara bercerita tentang keluarga yang mendadak miskin. Lalu keluarga Abah pindah kepedesaan di dekat Bogor. Di sana lah mulai keributan di keluarganya. Abah yang susah payah bekerja untuk anak-anaknya, tetapi Abah masih belum bisa membiayai untuk pindah ke Jakarta lagi. Euis selalu ingin pindah ke Jakarta dan bergabung bersama teman-teman dance-nya. Euis selalu memikirkan dirinya sendiri. Segitu saja ceritanya, sudah terlalu spoiler, hehe.

Saya menonton film tersebut disarankan oleh Mama, karena Mama sudah pernah ketemu langsung dan berbincang-bincang dengan Gina S. Noer. Yang membuat saya ingin menonton juga dikarenakan Zara Jkt48 juga ikut berperan di film itu. Saya menyukai Zara karena dance-nya bagus.

Yang saya suka dari film itu, peran mereka bagus, ceritanya menyentuh hati, pemandangan depan rumah Abah bagus, dan warna-warnanya bagus. Di setiap adegan saya selalu ingin tahu kelanjutannya bagaimana.

Yang tidak saya sukai filmnya kadang bikin bosan, karena ada adegan tertentu yang agak membingungkan. Peran yang paling saya suka adalah Euis, karena dia memerankan dirinya sebagai ABG, seperti saya, hehe. Saya merekomendasikan film ini untuk ditonton teman-teman semua. (ila)

* *Penulis adalah penggemar film yang masih duduk di Kelas 6 SD Sanggar Anak Alam Jogjakarta