JOGJA-Praktik pengaturan skor atau match fixing diyakini tidak hanya terjadi di Liga 2 dan Liga 3 saja. Bukan tidak mungkin, kasta tertinggi Liga Indoesia pun tercemari kasus yang tengah diusut Satgas Antimafia Bola itu.

Ketua Umum PSIM Jogja Agung Damar Kusumandaru mengatakan Satgas Antimafia Bola jangan hanya berhenti disejumlah pertandingan liga 2 dan liga 3 saja. Tetapi juga, menyelediki dugaan adanya match fixing di Liga 1. ”Ini bisa menjadi momentum kepolisian untuk menyasar kompetisi yang lain,” jelas Agung Senin (7/1).

Dia mencontohkan dengan ikut ditangkapnya salah satu komisaris perusahaan pengelola PSIM, PT PSIM Jaya yakni Dwi Irianto. Agung tetap yakin, Mbah Putih-sapaan akrab Dwi Irianto itu dengan kapasitasnya tidak memiliki kemampuan mengatur hasil sebuah pertandingan di Liga 3 sebagaimana yang disangkakan Satgas Antimafia Bola. “Tidak mungkinlah wong cilik selevel Mbah Putih bisa mengotaki pengaturan skor seperti yang dituduhkan itu,” jelas Agung.

Namun, seandainya yang disangkakan terbukti, bisa jadi menunjukkan bahwa kemungkinan adanya pelaku sepak bola yang sudah terbiasa mengelola (mengatur).”Itu tidak menutup kemungkinan terjadi di Liga 1,” jelasnya.

Jika kepolisian memang serius memberantas, diharapkan tidak hanya dilakukan di Liga 2 dan Liga 3 saja. ”Kita tentu ingin sepakbola Indonesia lebih baik,” jelasnya.

Seperti diketahui, selama sepekan ini Mbah Putih ditahan Satgas Antimafia Bola setelah statusnya dinaikan menjadi tersangka. Sejak akhir pekan lalu, penahanannya bersama tiga tersangka pengaturan pertandingan lainnya salah satunya Johar Lin Eng (anggota Komite Eksekutif PSSI) diperpanjang selama 40 hari ke depan oleh Satgas Antimafia Bola. “Belum ada rencana tengok Mbah Putih ke sana,” ungkapnya.

Di sisi lain, Agung Damar menyebut PSIM tidak memiliki agenda khusus untuk disampaikan dalam Kongres PSSI, pertengahan Januari ini. Agung menyebut akan berangkat bersama Sekretaris PSIM Jarot Sri Kastawa ke kongres yang merupakan kongres tahunan itu. “PSIM salah satu voter dalam kongres nanti. Tapi kami mengalir saja tidak bawa agenda apa-apa,” jelas Agung. (bhn/din/fn)