GUNUNGKIDUL – Pemkab harus bersikap serius untuk meminimalisasi angka kasus bunuh diri. Tidak cukup sekadar mengeluarkan imbauan. Sebab, aksi bunuh diri di Bumi Handayani kian mengkhawatirkan. Daftar pelakunya juga semakin panjang. Sebut saja dalam dua hari terakhir. Dua warga nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Jika ditotal, dalam sepekan terakhir empat warga meregang nyawa dengan cara bunuh diri.

Anggota Komisi D DPRD Gunungkidul Imam Taufik meminta pemkab lebih gencar melakukan berbagai aksi pencegahan. Terutama, Satgas Berani Hidup. Satgas yang diinisiasi pada 2016 ini harus lebih gencar melakukan kampanye pencegahan bunuh diri. Tidak sekadar memberikan imbauan.

”Juga mendorong keluarga ikut melakukan pendekatan. Karena pendekatan keluarga sangat penting,” jelas Imam di kantornya Senin (7/1).

Menurutnya, berbagai aksi pencegahan itu penting. Agar rentetan kasus bunuh diri tidak terulang. Seperti aksi bunuh diri di Kecamatan Wonosari. Persisnya di Pedukuhan Karangduwet 2, Desa Karangrejek. Parto Dikromo kemarin pagi ditemukan mati tergantung. Kakek berusia 67 tahun itu diduga nekat bunuh diri akibat depresi. Lantaran penyakit yang dideritanya tak kunjung sembuh.

Sehari sebelumnya, persisnya Minggu (6/1) pagi, Samikem, 90, ditemukan tewas tergantung di belakang rumahnya. Dia warga RT 03 RW 06 Dusun Pucung, Desa Candirejo, Kecamatan Semin.

Lain lagi motif yang melatarbelakangi kasus bunuh diri Sudarsih, 45. Warga Pedukuhan Sambirejo, Desa Watusigar, Kecamatan Ngawen, itu Jumat (6/1) nekat gantung diri di gudang penyimpanan gabah lantaran terhimpit persoalan ekonomi.

Kasus lainnya terjadi Selasa (1/1) lalu. Sore itu warga Pedukuhan Sawah, Girisekar, Panggang, gempar. Mulyo Pawiro, 90, ditemukan tewas mengenaskan. Bagian lehernya terlilit kain gorden.

Kapolres Gunungkidul AKBP Ahmad Fuady membenarkan bahwa ada empat kasus bunuh diri dalam sepekan terakhir. Kapolres berjanji forum komunikasi pimpinan daerah bakal menyusun berbagai langkah pencegahan.
”Kami juga akan menggencarkan sosialisasi,” janjinya.

Terkait tingginya kasus bunuh diri di wilayahnya, Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi hanya bisa mengeluarkan imbauan. Dia mengimbau warganya ikut peduli dalam upaya pencegahan kasus bunuh diri.

”Paling banyak (pelaku nekat bunuh diri) karena faktor kesepian,” katanya. (gun/zam/fn)