SLEMAN – Beberapa orang yang diduga suporter PSS melakukan aksi di Sleman City Hall (SCH), Jalan Magelang, Minggu siang (6/1). Mereka berkumpul di lobi mal dan beberapa membentangkan tulisan bernada protes ke manajemen klub.

Ditengarai, mereka kecewa dengan perombakan yang berada di manajemen, termasuk penunjukkan manajer baru PSS Retno “Suparjiono” Sukmawati. Tulisan seperti ”Kami tidak Percaya”, ”Mall X, PSS ??”, dan ”Sleman is Pride” terpampang di lantai dua mal. Termasuk vandalisme coretan nama CEO PT PSS Soekeno dengan menggunakan cat semprot di spanduk berwarna kuning. Namun tidak jelas tuntutan yang dikehendaki gerombolan tersebut.

Sebab, saat sampai di lokasi Soekeno menanyakan pada karyawan dan security mal tidak ada yang disampaikan oleh peserta aksi tersebut. Termasuk saat beberapa wartawan yang sampai lokasi mewawancarai mereka tidak ada yang memberikan statement.

Soekeno pun mengaku bingung dengan adanya aksi tersebut. Begitu tahu dan dikabari, dia mengaku langsung datang ke SCH, meskipun saat itu masih dalam acara bersama keluarga. “Sing dituntut opone. Saya tidak ketemu, saya datang mereka sudah bubar,” katanya kepada Radar Jogja.

Disinggung terkait perombakan jajaran pengurus, Soekeno mengatakan bahwa manajer dan asisten musim lalu sebenarnya telah ditawari posisi yang lebih tinggi. Yakni sebagai salah satu direksi di PT PSS. Menurutnya, di jajaran direksi masih kekurangan orang. Sehingga masih perlu banyak masukan dan ide untuk menggerakan klub.

“Kami kalau rapat direksi paling cuma empat orang. Saya tawari Pak Sis dan Mas Dewanto masuk di jajaran direksi. Karena kami melakukan perombakan. Akan ada tim riset dan developmen. Berarti PT mengikuti perkembangan,” imbuhnya.

Salah satu yang masuk komisaris adalah Gus Miftah dari Pesantren Ora Aji yang beberapa kali terlihat menyaksikan langsung PSS bermain di Stadion Maguwoharjo. Termasuk beberapa kali terlihat bersama pebalap Doni Tata Pradita. Menurut Pak Keno, masuknya Gus Miftah untuk memberikan suntikan spiritual di dalam tim.

“Karena Pak Sis katanya mau konsentrasi ke Pileg, selain bisnis di Makassar. Padahal saya minta beliau di direksi, kasihan kalau masih di lapangan. Mas Dewo juga, tapi katanya sudah cukup dan ingin fokus ke bisnis, keduanya sudah kami tawari,” ungkapnya.

Terkait tuntutan suporter, jika memang ada masukan, pihaknya mengaku siap berdialog. Termasuk keinginan dan yang menjadi keluh-kesah mereka. “Kami sebenarnya juga ingin tahu, tuntutanya apa. Tidak ada PT yang tidak ingin timnya maju,” tandasnya. (riz/ila)