JOGJA – Tersangka kasus pengaturan skor, Dwi Irianto atau yang akrab disapa Mbah Putih kini sudah mendapatkan kuasa hukum. Mbah Putih sebelumnya ditangkap di Jogjakarta oleh Satgas Antimafia Bola Polri di Jogjakarta, Jumat (28/12).

Putra Mbah Putih, Berlandika Candra Pramudikta saat dihubungi mengaku telah bertemu ayahnya di Mapolda Metro Jaya Rabu (2/1). Selama sekitar 10 menit, pria yang akrab disapa Dika ini bertemu orangtuanya. ”Cuma bertemu 10 menit. Kondisi ayah baik-baik,” terangnya.

Diungkapkan, orang tuanya kini sudah mendapatkan pendamping hukun dari kuasa hukum yang telah ditunjuk. Dia pun mengaku telah bertemu beberapa kuasa hukum, yang juga mengatasi kasus yang menimpa Ketum Asprov PSSI Jawa Tengah Johar Ling Eng. ”Perkembangannya seperti apa saya belum mengetahui. Doa saja semoga cepat selesai dan diberikan yang terbaik bagi papa,’’ harapnya.

Terpisah kuasa hukum Mbah Putih, Khairul Anwar membenarkan telah ditunjuk mendampingi mantan Sekum Asprov PSSI DIJ dalam kasus match fixing ini. Selain Mbah Putih, dia pun akan menangani tersangka lainnya, Johar Lin Eng dalam perkara yang sama. ”Pak Dwi baru saja mendantangani bantuan kuasa hukum,’’ kata Khairul.

Mbah Putih yang menjabat anggota Komisi Disiplin (Komdis) PSSI kini tengah menjalani pemeriksaan di Mabes Polri atas kasus pengaturan skor. Mbah Putih dijemput Satgas Antimafia Bola di Hotel New Saphir. Selain Mbah Putih, empat orang lainnya ditangkap terkait dugaan pengaturan  skor di kompetisi Liga 3 2018 lalu.

Mereka yang ditangkap yakni Johar, serta dua terduga mafia pengatur skor asal Jawa Tengah, Priyanto dan Anik Yuni Artikasari. Keempatnya merupakan nama-nama yang disebut oleh manajer dari tim Persibara Banjarnegara, Lasmi Indaryani disebuah stasiun televisi.

Kapolri Jendra Tito Karnavian yang juga hadir dalam tanyangan tersebut segera membentuk Satgas Antimafia Bola. Satgas tersebut berlangsung di bawah naungan orang nomor satu di jajaran institusi Bhayangkara. (bhn/din)