SELAMA 2018 lalu, dinamika tim-tim sepak bola yang bermarkas di DIJ yakni PSS Sleman, PSIM Jogja, Persiba Bantul, dan PS Tira sangat dinamis. Perjalanan mereka penuh suka duka dan menjadi catatan tersendiri. Berikut catatan yang dihimpun wartawan Radar Jogja Bahana.

Di awal 2018, PSS Sleman dililit persoalan internal. Manajer mereka, Baryadi, mengundurkan diri. Padahal, manajer yang sukses membawa Sriwijaya FC berjaya ini baru sebelum lebih menduduki kursi manajer. Dia beralasan selama ini, belum ada kontrak hitam di atas putih yang mengikat dirinya sebagai manajer PSS.

Namun, dari kabar yang beredar, mundurnya Baryadi dikarenakan tidak adanya dukungan dari direksi atas dukungan finansial yang diingin pria asal Sleman tersebut. Sebagai gantinya, PT PSS menunjuk Sismantoro menjadi manajer PSS.

Di awal tahun 2018, Jogjakarta kedatangan klub Liga 1, PS Tira. Klub dari institusi TNI ini sebelumnya bermarkas di Bogor Jawa Barat, menggunakan Stadion Sultan Agung sebagai home base. Di awal musim, PS Tira ditangani pelatih Rudy Eka Priambada.

Maret, Manajemen Persiba Bantul resmi mendaratkan Suwandi Hadi Siswoyo menjadi nahkoda Laskar Sultan Agung. Mantan pemain timnas Indonesia tersebut dibebankan target membawa skuad Persiba naik kasta ke Liga 2 Indonesia.

April, PSIM Jogja mengawali musim 2019 dengan modal pahit. Laskar Mataram harus menrima sanksi pengurangan 9 poin. Sanksi dari FIFA tersebut merupakan buntut dari persoalan gaji yang menimpa tiga mantan pemain asing Laskar Mataram. Mereka yakni, Emanuel Linkers, Adelmund dan Rimkus.

Mantan pemain PSS Sleman Bona Simanjuntak, secara resmi menangani Laskar Mataram. Bona dipilih lantaran pelatih sebelumnya, Erwan Hendarwanto belum memenuhi lisensi kepelatihan yang telah ditetapkan oleh regulasi Liga 2. Sementara di PSS, Erwan ditunjuk sebagai manajer tim.”Suatu kebanggaan bisa bergabung dengan PSIM. Ini menjadi suatu tantangan bagi saya,” kata Bona.

Berikutynya, untuk merealisasikan ambisi naik kasta, manajemen Super Elang Jawa mendatangkan mega bintang sepakbola Indonesia Christian Gonzales. Gonzales sendiri dikabarkan menjadi pemain dengan bayaran tertinggi di Liga 2 Indonesia dengan kontrak mendekati Rp 1 miliar.Namun, kontrak Gonzales di PSS pun bermasalah. Karena Madura United, klub sebelumnya, mempersoalkan kepindahan bintangnya tersebut ke PSS.

Mei,  PSIM memulai debutnya di Liga 2 musim 2018 dengan ditahan imbang PSMP Mojokerto 0-0 di Stadion Sultan Agung. Selanjutnya, kemesraan PSS Sleman dengan pelatihnya Herry Kiswanto tak berlangsung lama. Setelah menjalani tiga laga bersama PSS, Herkis begitu disapa, memilih mengundurkan diri dari kursi pelatih. Dia dinilai gagal memenuhi ekspektasi dari manajemen. Selama tiga laga awal Liga 2 bersama Herkis, PSS hanya mengantongi 4 poin.

Di kubu PS Tira, Rudy Eka Priyambada dianggap gagal membawa skuad Young Warriors tampil atraktif di liga 1. Kekalahan telak 1-4 dari Persela Lamongan menjadi laga terakhir Rudy bersama Manahati Lestusen dkk.

Juli, PS Tira secara resmi menunjuk Nil Maizar sebagai pelatih mereka menggantikan Rudy Eka Pritambada. Debut perdana Nil mendampingi skuad The Army dinodai kekalahan 1-4 dari Sriwijaya FC di Stadion Gelora Srwijaya FC.

Di bulan ini, derbi DIJ mempertemukan PSIM Jogja melawan PSS Sleman ternoda dengan aksi brutal oknum supporter. Akibatnya, salah seornag penonton Muhammad Iqbal meninggal dunia akibat dikeroyek oleh pendukung lain. Laskar Mataram akhirnya bisa mengatasi perlawanan saudara mudanya dengan skor tipis 1-0. Kemenangan PSIM Jogja diciptakan oleh sang kapten Hendika Arga Permana.

Agustus, tren tak terkalahkan PSIM Jogja selama 10 pertandingan akhirnya terhenti di tangan Blitar United di Stadion Wijayakusuma, Cilacap. Gol kemenangan tim tamu dicipta oleh Angga Yudha. PSIM Jogja harus melakoni laga kandangnya setelah menerima laga usiran akibat kericuhan yang terjadi di laga derbi sebelumnya.

Bursa transfer Liga 2 PSS Sleman mendatangkan gelandang berpengalaman asal PSMS Medan, Amarzukih. Mantan bintang Persija ini juga melengkapi pembelian pemain PSS setelah sebelumnya mendatangkan Jodi Kustiawan, Taufiq Febrianto, Try Hamdani. Selain itu, PSS Sleman juga melepas kapten mereka, Ahmad Hisyam Tolle ke Borneo FC.

September, Persiba Bantul memastikan diri lolos ke baba 32 besar. Dilaga pamungkas, Laskar Sultan Agug mengandaskan perlawanan Persatu Tuban 2-1. Persiba lolos kebabak 32 besar dengan status runner Grup 4 Liga 3.

Oktober,  Derbi DIJ kedua kali ini milik PSS Sleman. Super Elang Jawa secara meyakinkan mencukur tamunya PSIM Jogja 4-0 di laga tanpa penonton yang digelar di Stadion Maguwoharjo. Kemenangan PSS ditandai dengan brace EL Loco Gonzales serta dua gol lain dari kaki Rangga Muslim dan Ichsan Pratama.

Super Elang Jawa secara meyakinkan lolos ke babak delapan besar Liga 2 dengan status juara grup wilayah timur. Sementara itu PSIM Jogja memastikan diri bertahan di liga 2 dengan menempati peringkat 6 klasemen. Publik sepak bola tanah air dikejutkan dengan pengunduran diri kapten PSIM Jogja Hendika Arga Permana. Pengunduran diri Arga dari dunia sepak bola setelah beberapa hari bergabung bersama PSS Sleman. Ketika itu, status Arga di PSS merupakan pemain pinjaman.

PSS Sleman pun melakoni debutnya di babak delapan besar dengan menahan imbang Persita Tanggerang 1-1 di Stadion Benteng Taruna. Gol penyama PSS lahir dari kaki Qischill Gandrum Minny.

November, PSS Sleman memastikan diri lolos ke babak semifinal. Secara meyakinkan PSS Sleman naik ke Liga 1 Indonesia sekaligus lolos ke babak final. Di laga semfinal, PSS Sleman menyingkirkan Kalteng Putra dengan aggregeat 2-0. Dua gol Cristian Gonzales di Stadion Maguwoharjo memastikan langkah PSS Sleman melaju ke babak final.

Desember,  PSS Sleman menyempurnakan musim 2018 dengan menjadi juara Liga 2 Indonesia. Pada laga final, PSS mengandaskan perlawanan Semen Padang 2-0 di Stadion Pakansari. Dua gol PSS diciptakan EL Loco dan Rifal Lastori.

PS Tira di penghunjung laga memastikan diri bertahan di Liga 1. Kemenangan 3-1 PS Tira dari Borneo FC di Stadion Segiri, sudah cukup mengantarkan the Army terlepas dari jurang degradasi.

Desember memberikan duka bagi Persiba. Klub kebanggaan warga Bantul ini gagal merealisasikan ambisinya naik ke Liga 2. Persiba harus puas berada sebagai juru kunci setelah gagal meraih satu kemenangan pun. Akibat kegagalan tersebut, manajer mereka, Endro Sulastomo mengundurkan diri. (bhn/din)