GUNUNGKIDUL – Volume sampah di Kabupaten Gunungkidul terus meningkat dari hari ke hari. Rata-rata, tiap hari mencapai 43.200 kuintal. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul pun mulai kesulitan karena daya tampung tempat pembuangan akhir sampah (TPAS) di Wukirsari, Baleharjo, Wonosari semakin penuh.

Petugas TPAS Wukirsari, Baleharjo, Wonosari Rusdi mengatakan, sel geomembran baru yang dibangun beberapa tahun lalu, diperkirakan sudah overload dalam waktu dua tahun mendatang. Sel baru dengan luas sekitar 2,5 hektare itu tidak bisa menampung gunungan sampah jika tidak ada perluasan.”Harus segera ada solusi. Meski sekarang masih bisa, namun diperkirakan tidak sampai dua tahun sudah penuh,” kata Rusdi, Rabu (2/1).

Sekretaris DLH Gunungkidul Aris Suryanto mengatakan, luas lahan TPAS Wukirasari secara keseluruhan mencapai 9, 8 hektare. Sementara lahan yang digunakan untuk menampung sampah dengan geomembran hanya sebagian kecil saja. “Jadi memang perlu perluasan membran,” kata Aris.

Dikatakan, setiap tahun pihaknya melakukan perluasan penampungan sampah. Demikian juga di 2019, dilakukan perluasan membran seluas 1 hektare. Namun demikian, karena setiap hari rata-rata sampah masuk di atas 36 kwintal maka harus ada solusi lain supaya jangan sampai overload.  “Karena hanya sampai lima tahun saja TPAS bisa menampung (sampah),” ungkapnya.

Tahun ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DIJakan membangun TPAS di pesisir tepatnya wilayah Padukuhan Wonosobo, Banjarejo, Tanjungsari. Konsultan perencana masih menyelesaikan dokumen untuk pembangunan TPAS.“Rencanannya pembebasan lahan tahun lalu, namun molor sampai dengan tahun ini, karena masih menyelesaikan dokumen pembangunan,” ucapnya.

Menurut dia, penunjukan lokasi pembangunan di Wonosobo merupakan hasil rekomendasi dari konsultan perencana. Sebelum penunjukan, ada tiga opsi untuk pembangunan TPAS. Ketiga lokasi ini meliputi Desa Banjero, Tanjungsari, Desa Monggol, Saptosari dan Desa Tepus, Kecamatan Tepus.

Menurut dia, pemilihan lokasi di Banjero karena letaknya berada di tengah sehingga akses lebih mudah. Salah satu tujuan pembangunan TPAS di pesisir untuk menampung sampah-sampah dari kegiatan pariwisata. “Lokasinya dari wisata Pantai Kodok ke utara. Di tempat itu nanti  dibangun TPAS seluas kurang lebih lima hektare,” ungkapnya. (gun/din)