GUNUNGKIDUL – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Edy Basuki mengimbau seluruh warga mewaspadai potensi angin kencang. Sebab, nyaris seluruh wilayah di Bumi Handayani berpotensi terjadi angin kencang. Terutama, saat musim penghujan.

Seperti di Pedukuhan Mertelu Wetan, Desa Mertelu, Kecamatan Gedangsari. Selasa (25/12) pagi sebuah pohon tumbang akibat angin kencang. Menimpa rumah milik Suparmono. Selain mengakibatkan kerusakan rumah, tumbangnya pohon itu juga menyebabkan jaringan listrik terganggu.

”Menimpa kabel PLN hingga putus,” jelas Edy saat dihubungi.

Guna mengantisipasi kejadian serupa, Edy meminta warga memangkas ranting pepohonan. Terutama, pepohonan tua yang berada di area permukiman.

Selain angin kencang, kata Edy, di Gunungkidul juga terdapat potensi banjir dan tanah longsor. Untuk potensi banjir, kerawanan tertinggi berada di wilayah sepanjang aliran Sungai Oya dan Sungai Besole. Sedangkan ancaman longsor tersebar di tujuh kecamatan. Yaitu, Purwosari, Patuk, Nglipar, Gedangsari, Ngawen, Semin, dan Ponjong.

”Kami minta selalu siaga. Jika intensitas hujan semakin tinggi, potensi longsor juga meningkat,” ucapnya.

Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Gunungkidul Tugiyo mengatakan, sempat terjadi hubungan arus pendek sesaat setelah kabel PLN tertimpa pohon. Namun, kerusakan jaringan listrik itu telah diperbaiki.

”Semua sudah diatasi,” katanya. (gun/zam/fn)