JOGJA – Simply Homy merupakan waralaba Guest House pertama di Indonesia. Itu terbukti dengan adanya penghargaan dari MURI pada 2012 silam.

Berawal dari meningkatnya kebutuhan tempat menginap di Jogja dan adanya properti yang tidak di manfaatkan secara maksimal, pada 2010 Agung Nugroho memulai bisnis waralaba ini. Konsepnya adalah Syariah. Jadi penginap harus suami istri dan tidak diperkenankan membawa alkohol, menjamin kehalalan makanan yang disediakan. Juga dari sisi fasilitas disediakan peralatan salat di setiap kamar dan adzan reminder.

Di Jogja sendiri, ada 20 unit guest house yang menyebar di seluruh Jogja, mulai dari Condongcatur, Malioboro, Bantul, Pogung, dan lain sebagainya. Saat ditemui di salah satu unit di Condongcatur, Manager Simply Homy Istikomah menyatakan, masing-masing guest house memiliki ciri khas masing-masing. ”Untuk Congdongcatur konsepnya Jawa Klasik, di beberapa unit juga ada yang minimalis,” ujar Istikomah.

Target marketnya sendiri merupakan keluarga atau rombongan, guest house ini bisa menjadi alternatif menginap untuk keluarga dengan harga yang relatif lebih murah yaitu dikisaran harga Rp 700 ribu hingga Rp 2 jutaan per rumah per malam dengan fasilitas standar hotel dan breakfast. Namun, meskipun begitu, tidak menutup kemungkinan bagi tamu yang menghendaki sewa room saja. Rata-rata guest house dikunjungi dalam satu bulan adalah 10 hari.

”Bisa menjadi passive income bagi klien kami dengan penghasilan 42 persen nett, daripada dikontrakan lebih baik bermitra dengan Simply Homy bisa kami manage,” tambah Istikomah.

Dengan melakukan kerjasama dengan Simply Homy, selain memanfaatkan properti juga dapat menyerap ilmu management guest house. Tidak jarang setelah selesai kontrak dengan Simply Homy, mereka melakukan managemen sendiri dari ilmu yang didapat setelah bermitra dengan simply homy. Menurut Istikomah, itu juga merupakan peluang bagi pemilik property untuk berbisnis secara mandiri.

Dia menjelaskan, kriteria untuk bergabung dengan Simply Homy adalah minimal memiliki 3 kamar dan 1 kamar untuk house keeper, fasilitas, dan tentu saja lokasi. ”Bisanya lokasi di dekat kampus, tengah kota dan tempat wisata, untuk fasilitas kami samakan dengan standar hotel, seperti TV kabel, Bed, AC, Water Heater, WiFi,” tegas Istikomah.

Bentuk waralaba Simply Homy pun terdapat dua jenis, yaitu Self Management atau Full Management. Perbedaaanya jelas terletak pada siapa yang mengelola propertinya itu sendiri. Jika self management, pengelolaan di lakukan oleh pemilik properti dan hanya menyewa hak brand Simply Homy serta SOP sedangkan untuk Full Management pengelolaan dilakukan penuh oleh Simply Homy. Sejauh ini, untuk Full Management hanya berlaku di Jogja. Selain itu, sebab memiliki perbedaan management, maka harga yang ditawarkan juga berbeda. Jika Self Management harga franchise adalah 30 juta per 5 tahun, sedangkan untuk Full Management adalah 60 juta per 5 tahun.

Untuk melakukan pemesanan, bisa melalui travel agent online, atau langsung menghubungi Customer Service simply homy di nomor +6281228607080 dengan manfaat negosiasi secara langsung. Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, Simply homy bisa dengan mudah di akses melalui website http://www.simplyhomy-guesthouse.com/ dan media sosial. (ila/fn)