Desa Tepus, Kecamatan Tepus, Gunungkidul menyimpan banyak potensi kesenian rakyat. Perkembangan berbagai kesenian rakyat itu bervariasi. Ada yang masih eksis namun ada pula yang tidak lagi aktif.

“Potensi itu sebenarnya dapat digali sebagai upaya promosi sekaligus daya tarik objek wisata,” ujar Kepala Desa Tepus Supardi di sela menghadiri Gelar Atraksi Seni di Pedukuhan Pakel, Tepus, Gunungkidul Selasa (10/12).

Supardi mengatakan, kesenian rakyat di Desa Tepus antara lain jatilan, wayang wong, reog, ongleng dan lainnya. Namun dari sekian banyak itu, kesenian jatilan terhitung paling eksis. Bahkan 20 pedukuhan di Desa Tepus semuanya memiliki grup kesenian jatilan.

“Rata-rata ada satu grup. Tapi ada pula satu pedukuhan punya lebih dari satu grup jatilan,” katanya.


Dengan banyaknya kesenian rakyat itu, Supardi yakin bisa menjadi sarana promosi menarik perhatian pengunjung objek wisata. Apalagi Desa Tepus punya sejumlah destinasi wisata. Sebagian besar adalah objek wisata pesisir. Di antaranya Pantai Trenggole, Pantai Somadeng dan Pantai Indrayanti. “Atraksi kesenian itu menjadi daya tarik pariwisata. Objek wisata tanpa didukung kegiatan atraksi wisata akan sepi,” ungkapnya.

Atas nama Pemerintah Desa Tepus, Supardi mengucapkan terima kasih atas dukungan Dinas Pariwisata DIY terhadap penyelenggaraan Gelar Atraksi Seni di Pedukuhan Pakel. Dukungan itu cukup berarti bagi masyarakat.

Sebab dengan perhatian itu telah menggairahkan kegiatan berkesenian di Desa Tepus. Khususnya kesenian jatilan untuk mendorong daya tarik pariwisata. Terbukti antusiasme masyarakat lumayan tinggi. Mereka berbondong-bondong menyaksikan atraksi seni tersebut.

Dukuh Pakel Rukino mengatakan Gelar Atraksi Seni 2018 itu menampilkan berbagai kelompok kesenian jatilan di Desa Tepus. “Baik kelompok putra maupun putri. Baik remaja maupun dewasa,” ceritanya.

Dia berharap, acara tersebut dapat menjadi agenda tahunan. Gelar atraksi seni diadakan secara rutin setiap tahun. Keinginan itu didasarkan sambutan penonton maupun peserta yang luar biasa.

“Nantinya grup-grup jatilan itu bisa menampilkan atraksi di objek-objek wisata di Desa Tepus ini,” harap Rukino. (kus/fn)